Keeleganan kompleks membentuk fondasi dari koleksi Loewe Spring/Summer 2019.
Show kali ini digelar di sebuah ruangan di Maison de l’UNESCO yang mengkreasikan ulang tampilan dari SIGNALS, sebuah galeri seni kontemporer di London. Seperti inspirasi setting-nya, runway ini didampingi oleh objek-objek instalasi seni dalam empat ruangan, mulai dari instalasi carwash karya Lara Favaretto, keramik dari Ryoji Koie yang berputar di atas record player, dan keranjang-keranjang anyam karya pemenang Loewe Craft Prize Joe Hogan.
Jajaran instalasi kontemporer tersebut adalah prolog dari koleksi karya Jonathan Anderson untuk Spring/Summer 2019. Bagaikan seorang seniman yang sedang menikmati liburan musim panas di Spanyol, dengan sifat hedonisme brutalis mencapai puncaknya. At times aloof, but always intelligently crafty.
Tekstur-tekstur datang bermain, mulai dari bulu burung unta yang dipertemukan dengan topstitched gabardine, atau presentasi-presentasi dalam satin mengkilap dan rajutan. Model lengan juliet dan bishop nan dramatis. Potongan asimetri untuk kain broderie anglaise. Easy slip-on dresses dengan volume mengembang. Palet warna pantai seperti beige, biru, toska, dan oranye. Elemen dekonstruksi teranyam dalam DNA-nya.
Mengikuti karya Joe Hogan, aksesori-aksesori datang dalam bentuk woven calfskin dan versi jerami, seperti untuk Gate Bag. Inspirasi bohemian tampil kuat di aksen fringe dan crochet.
And so, Loewe maintains the stance in its craft.