Through the Mission Blue.
Merentang seluas perairan Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Kepulauan Solomon, hingga Papua Nugini, Coral Triangle menjadi habitat dari 30% terumbu karang dunia. Sekitar 76% spesies terumbu dunia bisa ditemukan di sana. Diversitas coral reef fishes di area ini pun yang tertinggi di dunia. Peran natural terumbu karang untuk meredam dampak badai ataupun tsunami sangat penting. Selain itu, kondisinya juga menjadi indikasi perubahan iklim. Secara ekonomi, lebih dari 120 juta jiwa bergantung hidupnya poda zona Coral Triangle seluas 6 juta kilometer persegi. Sayangnya berbagai ulah manusia membawa dampak buruk bagi area tersebut, mulai dari metode fishing yang merusak hingga efek pemanansan global.
Kepedulian akan problem tersebut datang salah satunya dari Rili Djohani. “I’ve dived all over Indonesia, and am always amazed by the beauty under water, the sheer diversity of the corals, the colours, the reef fish, the iconic species, it’s just mind blowing. I realized this is where I belong,” kisahnya tentang kecintaan akan perairan Nusantara. Buahnya adalah sebuah komitmen untuk merawat laut tersebut lewat organisasi Coral Triangle Center yang ia dirikan pada tahun 2010. Berbekal pengalaman panjang sebagai marine ecologist, perempuan yang tumbuh besar di Belanda ini memulai dedikasinya di wilayah Nusa Penida, Bali.
Setahun berjalan sejak pendiriannya, yayasan non-profit tersebut menjalin diskusi dengan pemerintah Indonesia dan komunitas lokal untuk membangun Kawasan Konservasi Perairan. Hasilnya adalah penetapan pada tahun 2014 melalui Keputusan Menteri perihal Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida seluas lebih dari 20 ribu hektar yang mencakup area Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Area tersebut adalah rumah bagi ratusan spesies reef fish yang mencakup manta rays dan ocean sunfish, serta ratusan spesies terumbu.
Untuk mendukung pemulihan dan meningkatkan ketahanan terumbu, Coral Triangle Center telah memasang ratusan sand-coated steel frames di dasar laut. Pada masing-masingnya terdapat fragmen terumbu hidup. Proses ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan terumbu karang baru. Transplantasi ribuan fragmen juga dilakukan ke area terumbu yang rusak. Area sekitar laut turut menjadi perhatian Coral Triangle Center. Organisasi tersebut bekerjasama dengan komunitas lokal untuk menamam 10 ribu mangrove. Rehabilitasi hutan mangrove ini penting bagi biodiversitas, perlindungan terhadap kenaikan permukaan laut, penanggulangan perubahan iklim dan potensi ekowisata.
Dalam menjalankan aksinya, Djohani dan rekannya Wira Sanjaya berkolaborasi dengan penduduk lokal sebagai bagian dari strategi konservasi jangka panjang. Mereka dilatih perihal praktik-praktik pelestariaan. Anak-anak setempat mendapat pembelajaran menyenangkan lewat pertunjukan wayang kreatif. Wilayah laut yang terlindungi oleh komunitasnya akan menjamin sumber pangan dan penghasilan bagi mereka. Lewat kegiatan-kegiatan Coral Triangle Center, puluhan ribu warga setempat juga semakin berdaya dengan pembekalan mengenai alternatif-alternatif sumber penghasilan. Mulai dari peternakan rumput laut hingga layanan ekowisata bagi para pengunjung kawasan. “As more and more people are inspired to get involved, I get more and more optimistic that we can push for healthier seas,” ucap Sanjaya.
Kesuksesan Coral Triangle Center dalam menjalankan misinya masuk ke dalam radar Rolex Perpetual Planet Initiative. Dukungan dari brand jam tangan Swiss ini terwujud melalui Mission Blue sebagai salah satu partner. Mission Blue yang berdiri sejak tahun 2009 memiliki tujuan untuk menciptakan jejaring global Hope Spots, yakni area ekologis penting bagi preservasi lingkungan laut dan komunitas yang bergantung padanya. Hingga kini sudah terdapat 165 Hope Spots di seluruh dunia. Melihat kinerja Coral Triangle Center sejak founder Sylvia Earle berjumpa dengan Djohani di Bali dalam kegiatan Our Ocean Conference 2018, Blue Mission akhirnya pada tahun 2020 menobatkan kawasan garapan yayasan itu sebagai salah satu Hope Spot.
Lewat Perpetual Planet Initiative dan kerja sama dengan Blue Mission, Rolex akan memberi dukungan bagi Djohani dan Sanjaya selaku Hope Spot Champion dalam upaya konservasi dari Coral Triangle Center. Kontribusi yayasan itu merupakan salah satu elemen dalam mewujudkan target pemerintah Indonesia untuk melindungi 30% wilayah lautnya. Keduanya berharap bahwa lewat dukungan Mission Blue dan Rolex Perpetual Planet Initiative, Nusa Penida Hope Spot dapat terus memberi contoh nyata tentang upaya pelestarian lingkungan yang diiringi pemberdayaan masyarakat lokal demi taraf kesejahteraan yang menckupi.