A bold, new interpretation of titanium and marble timepieces.
Geneva Watch Days merupakan panggung untuk creative watchmaking bersinar dan menunjukkan kepiawaiannya. Dalam acara tahunan tersebut, Bvlgari memperlihatkan evolusi dari jam tangan Octo Finissimo melalui sebuah eksibisi istimewa. Pada rangka yang sama, sang brand juga memperkenalkan dua kreasi terbaru sang Octo Finissimo yang telah menetapkan 10 rekor dunia hanya dalam 11 tahun eksistensinya.
Octo Finissimo merupakan jam tangan yang berpusat dalam konsep “purity” dalam rancangannya. Case yang graphic dan architectural menyimpan kompleksitas dan sisi mendalam yang menawan bagi mereka yang melihatnya. Dari tahun ke tahun, Bvlgari kerap berkolaborasi dengan para seniman ternama untuk jam tangan ini, dan kali ini kerjasama tersebut datang bersama seniman Lee Ufan.
Lahir di Korea dan berbasis di Jepang, Lee Ufan merupakan pelukis, pemahat, penyair, dan ahli filsafat. Karya-karyanya membahas konsep persepsi dan kehadiran; akan bagaimana sebuah benda beresonansi dengan emosional. Terbatas hanya dalam 150 pieces, jam tangan Octo Finissimo Lee Ufan x Bvlgari dirangkai oleh case dan gelang titanium dan diselesaikan dengan unique titanium surface treatment di atasnya. Ia digerakkan dengan BVL 138 manufacture calibre dengan micro-rotor dengan ketebalan 2.23 mm, dan dilengkapi oleh handwritten signature dari Lee Ufan pada caseback-nya.
Model baru Octo Finissimo kedua yang diperkenalkan di GWD mengambil inspirasi dari elemen arsitektur yang lekat dengan sejarah dan identitas Kota Roma, yaitu marmer. Penggunaan marmer memang langka di dunia horologi, tetapi Bvlgari telah berhasil membuat sebuah dial dari deep blue marble untuk versi baru dari Octo Finissimo Tourbillon. Both a technical and emotional triumph of Roman ideals, the timepiece houses a hand-wound BVL 268 calibre measuring just 1.95 mm and offering a 52-hour power reserve.