A long journey done with passion.
Sore itu kami disuguhkan dua scones dengan tiga jenis olesan yang dipadankan secangkir teh hangat di Club Lounge, The Langham, Jakarta. It suits the neo-classical interior style so well. Club Lounge adalah salah satu dari banyak spot favorit kami di hotel tersebut. Setiap sudutnya terasa pristine. Hal ini sesungguhnya juga terasa semenjak kaki melangkah masuk ke hotel di Kawasan SCBD itu. Meski pada 2024 ini The Langham, Jakarta menapaki tahun ketiganya, keseluruhan atmosfer hotel masih sangat prima. Topik ini menjadi titik mula perbincangan kami dengan Debby Setiawaty, Director of Sales and Marketing of The Langham, Jakarta. It’s rooted in The Langham way.
The Langham Way
From what we’ve witnessed, the Langham way adalah bagaimana brand ini mengkonseptualisasi, mengeksekusi, dan membungkus guest experience dalam graceful opulence ala hotel asal London kelahiran tahun 1865 tersebut. Selama perbincangan berlangsung, Debby kerap menekankan bagaimana hal itu dicapai dan dipertahankan, salah satunya lewat maintenance optimal.
“Di sini, kami semua bertanggung jawab dan bahu-membahu dalam hal maintenance. Semua orang matanya jalan. Mata kami dilatih untuk pay attention to detail. Tiap staf kalau berjalan itu layaknya inspeksi,” ungkapnya. Ia sadar penuh bahwa sebuah luxury 5-star hotel mensyaratkan attentiveness yang lebih tinggi. “Kami punya komunikasi yang baik karena semua punya sense of belonging,” tambahnya.

Seperti ia utarakan, semua upaya ekstra yang dicurahkan untuk hotel tersebut merupakan pengejawantahan jati diri hotel. “The Langham, Jakarta is about being the leading ultra-luxury hotel and lifestyle destination in the heart of the city. Ini adalah identitas kami. We are dedicated to provide excellence in all aspects. Mulai dari pelayanan, fasilitas, dan hal lainnya. Termasuk tentunya remarkable experience,” jelasnya seraya memberi contoh Dinner Under The Stars sebagai salah satu pengalaman yang ditawarkan. Pada program private dining tersebut, tamu akan menyantap curated menu buatan chef dalam sebuah set cantik dan menikmatinya sambil dilingkup oleh skyline Jakarta malam hari nan menawan. “Inovasi memang menjadi kata kunci yang penting and we aim to be the trend setter,” ungkap Debby.
Bicara inovasi, satu contoh yang datang dari hotel ini adalah The Langham Fashion Soiree yang sukses dihelat pada November 2023 lalu. Event yang melibatkan para desainer IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) tersebut ditujukan untuk mendukung bidang usaha rancang busana tanah air dengan fashion show sebagai platform-nya (bocorannya adalah tahun ini acara tersebut akan dibuat dalam skala lebih besar). Ini sekaligus menjadi wujud visi Langham, Jakarta sebagai sebuah destinasi gaya hidup. Dari observasinya, Debby melihat semakin dominannya luxury consumers di Indonesia yang tak lagi memandang hotel hanya sebagai tempat menginap. Value sebuah hotel di mata affluent consumers juga mencakup area lifestyle lebih luas. It’s a place where special stories of someone’s life being celebrated. Bentuknya beragam, dari staycation, social events, birthday party, wedding, wedding anniversary, corporate activities, dan sebagainya.
Selain itu, beragam fasilitas di Langham, Jakarta lainnya seperti ballroom, function rooms, dan area kuliner di dalamnya juga luar biasa. Tom’s by Tom Aikens bekerjasama dengan Tom Aikens, seorang celebrity chef asal Inggris yang berhasil membawa resto-resto pimpinannya mendapat bintang Michelin. Restoran Kanton T’ang Court adalah afiliasi dari Three-Michelin Starred Restaurant di Hong Kong, dan Morimoto Jakarta menghadirkan hidangan Jepang kontemporer oleh Iron Chef Masaharu Morimoto yang terkenal dari New York City. Melanjutkan tradisi dari Inggris yg sudah di turunkan lebih dari 150 tahun, Langham, Jakarta juga terkenal akan kreasi Afternoon Tea legendaris yang dapat dinikmati di Alice. Para tamu juga dapat mengunjungi Artesian Rooftop Bar & Lounge yang berafiliasi dengan Bar Terbaik Dunia Artesian Bar di The Langham, London yang memiliki pemadangan langit kota Jakarta yang luar biasa.

The Services
Berbagai program menarik di The Langham, Jakarta akan terus digulirkan sebagai ekspresi identitas hotel yang bercitra upscale lifestyle. You may expect more luxury collaborations just like what they did with Bulgari previously. Akan tetapi, di atas segalanya tentulah excellent service yang menjadi salah satu pilar penting dari the Langham way.
Idealisme tersebut semakin nyata kala diterapkan pada layanan bagi tamu-tamu khusus, baik itu petinggi kenegaraan hingga selebriti internasional. “All about guest preferences and attention to details,” ungkap Debby. Totalitas penciptaan guest experience bagi para tamu istimewa dilakukan sedari booking terjadi. Tim hotel akan meriset profil tamu, apa yang mereka suka, poin-poin apa yang perlu dijaga dan dipenuhi, dan sebagainya. Jika tamu sudah pernah menginap di salah satu properti Langham, record mengenai segala preferensi mereka akan ditindaklanjuti. Bila mereka adalah first timer, maka hal-hal yang diperlukan akan ditanyakan kepada pihak bersangkutan. It could be about their favourite flowers, the beverages they like, and the specific pillow of their preference to name a few. All personalised.
Sebagai ekspresi penghargaan kepada para tamu dan merupakan misi menciptakan loyal guests, Langham Hospitality Group (LHG) belum lama ini meluncurkan Brilliant by Langham. Seperti dijelaskan Debby, loyalty platform ini bisa digunakan di properti LHG di seluruh dunia dan memberikan benefits menarik yang dapat diperoleh secara gratis. Program membership tersebut bekerja dalam mekanisme poin dan tiers. Semakin banyak spending (baik itu menginap, makan, menikmati spa, atau hal lainnya), maka akumulasi poin akan semakin besar dan status tier akan semakin meningkat. Masing-masing tier yang terdiri dari Onyx, Topaz, Diamond, Sapphire, dan Ruby memiliki benefit yang berbeda. Termasuk di dalamnya adalah special rate untuk kamar dan restoran hingga personalised offers berdasarkan kesukaan anggota. Tak ketinggalan adalah akses eksklusif ke member-only events maupun promosi-promosi terbatas.
As she said, “it’s not easy but also not impossible.”
“By creating a system that enables us to offer guests immediate benefits, learn more about their preferences, compensate them for repeat business and craft bespoke experiential offerings for them, we have significantly enhanced our ability to build great memories,” ungkap Bob van den Oord CEO LHG seperti dikutip dari website resmi LHG perihal loyalty program yang menggantikan dua platform sebelumnya, yakni Langham Supper Club and 1865 Privilege by Langham.
A Committed Career
Usai wawancara, kami sempat sedikit melanjutkan obrol kasual dan satu cerita yang dibagikan Debby adalah kegiatannya di sebuah sales mission di Australia. Sales mission sebagaimana dijelaskannya adalah sebuah misi promosi hotel ke khalayak luas yang disasar sebagai potential market. Aktivitasnya padat dengan presentasi dan jamuan-jamuan lux, entah itu dinner, afternoon soirée, ataupun cocktail session. Orang-orang yang ia jumpai pun beragam, dari mulai C-level professionals hingga influential content creators. The responsibility as well as the pressure are real. Akan tetapi, ia mengaku tetap merasakan enjoyment tersendiri dalam menjalankan pekerjaannya. So, she recited again about her passion and commitment.
Sudah 26 tahun karirnya dibangun di dunia hospitality atas fondasi komitmen dan passion. “Saya mulai dari posisi telephone operator,” kenangnya dalam wawancara. Tak mengagetkan apabila staf-staf yang dinaunginya menjadikan sosoknya sebagai role model. Her story relates to those who begin from the very base and she has become a proof of what passion and commitment could achieve. Meniti karir dari sebuah hotel bintang 4 di Bogor, pindah ke hotel bintang 4 di Jakarta kemudian ke bintang 5 dan akhirnya bintang 5 luxury, sosok yang mengaku menyukai bidang PR dan marketing ini mengutip core value dalam kamus Langham sebagai formula kesuksesannya: better everyday. Bicara berdasar pengalamannya, peningkatan jenjang karir bergantung pada apakah seseorang mau menjadi lebih baik setiap harinya dan hal ini berkaitan dengan mau tidaknya tantangan-tantangan baru ditempuh, pembelajaran-pembelajaran baru dilakukan.

Challenge yang berada di hadapan mata seorang Debby saat ini bukan lagi dalam lingkup nasional melainkan lintas negara. Memegang jabatan Director of Sales and Marketing dari properti Langham pertama di Asia Tenggara, ia tak hanya berbangga tapi juga tertantang untuk bisa optimal membawa brand ini ke radar para konsumen kawasan tersebut serta menanamkan impresi yang utuh dan berkesan tentang apa itu Langham luxury yang sebelumnya belum penah ada di zona Asia Tenggara. Perjumpaan terdekat masyarakat Asia Tenggara dengan wajah hospitality Langham terjadi melalui Langham, Jakarta sehingga di pundak seorang Director of Sales and Marketing hotel inilah bergantung bagaimana wajah dan identitas brand Langham terpasarkan. Debby sendiri mengangkat ciri khas keramahtamahan Indonesia yang merefleksikan kultur Asia Tenggara sebagai keunikan Langham, Jakarta.
Pengetahuan dan skill yang ia timba selama membangun karir menjadi bekalnya untuk bergelut dengan tantangan tersebut. Embracing challenges and conquer them through passion and commitment are what have brought her to her current position. Perlu dicatat bahwa posisi Director of Sales and Marketing dari luxury hotels di Jakarta dulunya didominasi oleh expatriates. Debby menjadi salah satu bukti bahwa talenta dalam negeri pun berkesempatan dan bisa berkapabilitas mumpuni untuk mengisi posisi tersebut. Begitupun menurutnya untuk posisi General Manager seraya menyebut contoh-contoh orang Indonesia yang menjabat sebagai GM hotel bintang 5 di Indonesia, termasuk di Jakarta. “Opportunity itu ada. Tinggal bagaimana kita bisa terus menambah pengetahuan dan mengasah kemampuan lewat pembelajaran. Semua tergantung pribadi masing-masing. Sometimes kita sudah terlalu nyaman dengan posisi yang ada. Tidak semua orang mau terima tantangan. Juga diperlukan komitmen untuk sampai bisa ke puncak,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi perihal work ethic yang meliputi kedisiplinan sebagai aspek penting dalam menaiki tangga karir. Tak kalah penting dari itu adalah berefleksi tentang passion. “Kita harus tahu apakah kita sudah ada di tempat yang kita suka. Saya dari dulu tahu apa yang saya mau. Saya commit dengan passion saya dan memfokuskan diri ke luxury hospitality,” ungkap Debby.

Current Focus
Debby mengaku bahwa fokusnya saat ini adalah melakukan yang terbaik dalam mengemban tugas dan meningkatkan skill di bidang sales dan marketing. Selain itu, selalu dalam benaknya adalah keinginan untuk membuat hal-hal yang baru yang belum pernah dilakukan hotel-hotel lain agar Langham, Jakarta terus berada di garis depan.
Membahas situasi bisnis hotel di Jakarta secara umum, mantan ketua Himpunan Humas Hotel Jakarta ini juga menyorot pentingnya peran pemerintah untuk meningkatkan iklim positif lewat berbagai langkah strategis. “Semua orang perhotelan di kota ini tahu bahwa Jakarta belum menjadi destinasi leisure ataupun MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions). Kami berharap agar pemerintah bisa mendorong terselenggaranya konser-konser artis ternama dunia, sport events berskala internasional, atau konferensi-konferensi maupun eksibisi-eksibisi besar karena ini akan memberi impact bagus bagi hotel-hotel di Jakarta,” ucapnya.
Momen kami di Club Lounge Langham, Jakarta sore itu ditutup dengan menyantap meat balls. Langit jingga telah meredup berganti kerlip kota yang menandai wawancara harus segera kami sudahi. Dari wawancara tergambar jelas sosok Debby Setiawaty sebagai seorang perempuan dalam negeri yang berhasil membawa dirinya ke top layer dunia perhotelan. Ini yang pasti menginspirasi talenta-talenta lokal industri hospitality untuk terus melangkah ke wilayah yang hingga kini belum banyak diisi oleh orang-orang berbakat di dalam negeri. As she said, “it’s not easy but also not impossible.”