Dior Haute Couture Fall/Winter 2021 Sorot Karakter Esensial Adibusana

Back to the poetic pleasures of couture. 

 

Dipresentasikan dalam bentuk film, koleksi Christian Dior Haute Couture Fall/Winter 2021 mengangkat kembali intisari wilayah adibusana: kepiawaian kerajinan tangan. Mengacu pada buku Threads of Life karya textile artist dan kurator Clare Hunter, Maria Grazia Chiuri memberi showcase pada teknik-teknik jahit seperti embroidery dan weaving

The tactile value of handmade textiles becomes the main allure of this story. Terikat dengan indra penglihatan dan indra peraba, setiap embroidery yang terlibat dalam kreasi setiap pakaian memiliki cerita mereka masing-masing. Kain checks dan tweeds dengan konstruksi unik mendapat spotlight, dan tekstur tekstil menjadi bintang utama. Ini kemudian dirangkai menjadi siluet-siluet ala 1960’an seperti peacoat, rok A-line, dan atasan dengan potongan peplum.

A standout look comes in the form of an angelic pleated dress with flaps covering the top area of the body like feathered wings. Feminin, pragmatik, dan lembut, presentasi ini kemudian ditutup dengan sebuah bridal look dekoratif dalam warna hijau dan taburan ‘dedaunan’ pada tudungnya. 

Backdrop presentasi koleksi ini adalah sebuah karya seni embroidery berjudul “Chambre de Soie” kreasi seniman Prancis, Eva Jospin. Referensi artwork tersebut ialah “Salle aux Broderies” di Palais Colonna, Roma, yang terinspirasi dari India. Yet another statement on how the art of handcraft should be preserved for the future generations.