It’s called the Cafe Society.
Apa karakteristik dari sosok yang legendaris? Tentunya mengandung impresi dan cerita inspiratif yang kemudian menciptakan sebuah popularitas tersendiri. Bagi desainer Didi Budiardjo, aura tersebut memberinya ilham untuk menciptakan sebuah koleksi. Ia merunut kepada sebuah tempat legendaris di Paris, Cafe de la Paix yang dikunjungi oleh pesohor-pesohor kelas dunia. Sosok-sosok tersebut memiliki individual style unik yang diolah menjadi akar koleksi terbaru Didi Budiardjo.
Creme de la creme, bisa menjadi terminologi tepat untuk menggambarkan koleksi Didi Budiardjo. Era ikonis 1980-an ia pilih sebagai masa inspirasi koleksinya. Sosok legendaris di masa tersebut seperti diva pop Madonna, penyanyi Grace Jones hingga sosok royal mendiang Lady Diana merupakan beberapa figur yang individual style-nya ia serap.
Hasilnya, ragam material kilap seperti warna bronze hadir dalam desain ruffle dress lipit yang dramatis. Sentuhan warna pop, seperti fuschia, like the Barbie, tampil romantis dalam potongan mini beraksen lipit, maupun lewat draped dalam siluet balloon bermotif bunga, yang juga dipadu bersama aksen lace nan seduktif. Hadir pula palet kuning, hijau, merah, hingga ungu cerah dalam rangkaian kreasi yang didominasi oleh gaun-gaun malam.
Craftsmanship nampak menjadi kekuatan koleksi ini. Kreasi sleeveless mini dress tampil crafty lewat perpaduan anyaman multiwarna, aksen applique yang dipadu bersama jubah warna vibran yang semarak. Dalam format serupa, perpaduan nuansa ini dipadu bersama aksen feathers. Ada pula aksen rumbai bersama material sequins yang memunculkan the glamazon spirit.
Sebagai sosok yang menjadi inspirasi, tampak ilham sang mendiang royal legendaris, Lady Diana dalam kreasi one shoulder mini dress dalam palet neon pink, motif dot hingga padu padan jaket, atasan, belt dan rok dalam aksen color-blocked. Keseluruhan koleksi ini menciptakan nuansa energetic namun savvy. Blended well with the disco vibe atmosphere.