A cultural message through clean silhouettes.
Desainer menswear Indonesia Temma Prasetio memiliki definisi tersendiri akan makna dari masculinity. Ia mendefinisikannya lewat sebuah koleksi berjudul “Beautiful Masculinity” dalam debutnya di Mercedez-Benz Fashion Week Kuala Lumpur 2025.
Maskulinitas versi Temma Prasetio di koleksi ini berangkat dari tiga kekuatan, yakni sharp silhouettes, strong structure, dan keanggunan. Perpaduan ini terlihat pada opening look di mana olive crop jacket, dipadu bersama outer dan pleated pants warna cream, bersama kemeja dan dasi berpalet pink pastel.
Temma lewat kreasi tailoring mendemonstrasikan bagaimana maskulinitas kini dapat direpresentasikan dari perpaduan strength dan sensitivity. Ia mengolah kreasi blazer yang tailored dengan detail elastic di bagian waist sehingga memberi kesan ramping tapi powerful. Item ini dipadu bersama collarless shirt dan classic trousers.
Eksplorasi identitas maskulin yang turut ia olah adalah tailored jacket terinspirasi gaya beskap bernuansa royal. Desainnya asimetris dan berpotongan crop di bagian punggung. Ada pula plunging neckline blazer dengan detail waist kerut elastis yang dipadu bersama asymmetrical obi menyerupai sarong.
Textured materials seperti leather turut hadir lewat kreasi jaket dengan aksen fabric blocking. Motif cloud diimplementasikan pada kreasi kemeja, bomber jacket hingga coat dalam warna pastel lembut. Strategi ini juga merupakan inovasi Temma untuk tetap menghidupkan spirit kultural Nusantara. Keseluruhan presentasi look koleksi Temma Prasetio turut disempurnakan oleh koleksi footwear dari Mario Minardi.