The new elegant Lanvin.
Berbeda dari gambaran umum desainer yang penuh dengan gempita dunia mode, Jeanne Lanvin adalah sosok ibu yang merancang untuk anak perempuannya. Lanvin berkembang dalam kesetiaan akan nilai-nilainya, bukan follower zaman melainkan penggagas narasi alternatif di tengah kepungan tren. Kala era 1920-an dikuasai kultur flapper dan garçonne yang bernuansa boyish, rumah mode ini bermain dengan Robe de Style yang lebih feminin dan dramatis. Ruffles, ribbons, romance; it’s Lanvin.
Di tangan the late Alber Elbaz, evolusi Lanvin memasuki periode keemasan baru. Di atas segala pengembangan desain yang ia lakukan, injeksi attitude baru terhadap Maison tersebut menjadi elemen signifikan. Sensibilitas perempuan modern yang chic, dynamic, free, dijahit ke dalam heritage nan elegan. Ruffles diterapkannya menjadi lebih fluid dan ekstensif. Draping hadir bergaya asimetris. Most of all, who doesn’t lust after Elbaz’s cocktail dress? Memang sangat disayangkan bahwa faktor perpisahan sang creative director dengan brand kelahiran 1889 itu dipicu oleh intrik manajemen.
Koleksi Lanvin Autumn/Winter 2025 bagai membawa berkas sinar harapan baru bagi rumah mode yang beberapa tahun ke belakang tampak kehilangan arah. Debut Peter Copping membawa napas fresh yang mereinterpretasi House of Lanvin dalam nuansa tone down dengan tetap menghormati garis-garis brand tersebut. Spirit party girl ala Elbaz tidak seluruhnya dihapus, namun kini bertransformasi menjadi lebih elegan dan seturut vibe kontemporer.

Beberapa kreasinya tampil elongated terinspirasi ilustrasi-ilustrasi arsip brand. Hal ini diterapkan pada rupa-rupa olahan, mulai dari double-breasted coat hingga long dress. Fluid draperies dan intricate embroideries disematkan pada T-shirts dan sweaters. Velvet dan satin membawa nuansa gemerlap pada koleksi. Penggunaan print pada sebagian pieces tampil daring, termasuk dalam rumusan clashing motfs. Untuk kreasi-kreasi lain, Copping memilih fabric bertekstur yang membawa statement kuat.
Bentuk penghormatan sang desainer kepada Lanvin nyata terlihat pada adopsi forma gaun Robe de Style berdesain dropped waist yang dibuatnya off-shoulder dalam rona deep gold. A cool move! Desainer lulusan Central Martins dengan pengalaman di Sonia Rykiel, Louis Vuitton, Nina Ricci, Oscar de la Renta, dan Balenciaga ini telah membuka babak baru Lanvin.