How to adapt to the evolving era.
Anda para pecinta perhiasan mungkin akan langsung terbayang koleksi Extraordinary Lights kala nama Piaget disebut. It indeed mesmerized people and proven to be successful for it continued with the second edition. Butuh lebih dari sekadar cita rasa estetis, gemology expertise, maupun keahlian gem setting untuk menghasilkan high jewellery pieces seperti itu. It requires a never ending strive for the better. “Always do better than necessary,” demikian Cynthia Tabet, Global Product Marketing Director of Piaget, menyebut moto brand tersebut kepada The Editors Club dalam sebuah kesempatan wawancara beberapa waktu silam.
Seperti dituturkan Tabet, mindset itulah yang kuat terpatri di tim Piaget dalam mengarungi perjalanan eksistensinya sejak 1874. Inspirasi dari heritage berpadu expertise yang selalu berkembang seiring zaman menjadi DNA dari brand asal Swiss besutan Georges Piaget tersebut. So what’s more about Piaget? Melalui wawancara yang dilakukan via email, Tabet memaparkan bagaimana label tersebut bergerak mengikuti perubahan era dengan heritage yang dimiliki.

The Uniqueness
Bicara tentang perhiasan, bagi Tabet hal tersebut merupakan bagian integral kehidupannya sejak tahun 1996 kala ia memulai karir sebagai product manager Cartier. Tahunan pengalaman di bidang jewellery akhirnya mengantar ia pada rumah barunya di Piaget mulai dari tahun 2020. She only has gratitude for all that. “I have started my career in Jewellery and never left it. I discovered an amazing universe full of creativity, savoir-faire and expertise,” ungkap sosok yang secara personal memandang perhiasan berkaitan erat dengan emosi. “Jewellery triggers memories, it brings back to your mind a specific moment in your life or is strongly linked to a person,” jelasnya.
Kini mengenal Piaget semakin mendalam, Tabet menjelaskan bahwa brand tersebut sangat unik. “It is a watchmaker and a jeweller and that is deeply anchored in its DNA. You can feel both expertise being used in both fields to bring versatility,” ucapnya. Apa yang dirasa pada kreasi jam tangan juga bisa ditemui di koleksi perhiasan Piaget. Perihal ini, ia menyebut beberapa aspek, seperti gold craft, powerful colours, sense of movement pada desain yang membawa playfulness dan fluidity, serta spirit inovasi. “All those elements are often combined in one piece, look at a Gala watch, a Sunlight pendant, a Polo Skeleton or a High Jewellery necklace that can be worn in many ways,” ia menerangkan.

Oleh karena itulah, Tabet menyebut Piaget sebagai sebuah hidden gem dan perannya saat ini di brand tersebut adalah untuk membantu menceritakan kepada dunia mengenai keunikannya. Ketika Anda melihat pieces ciptaan Piaget, menurut Tabet ada 2 hal yang bisa terbaca. Pertama adalah lekukan desainnya, interaksi warna, serta teksturnya. Kemudian yang ke dua adalah melihat lebih mendetail garis dan tekstur emasnya, Anda akan mendapati underlying story kreasi tersebut. “The archives are full of those amazing stories,” ungkapnya. Having a rooted heritage is one thing, but communicating the value of it to younger demography is the real task of today for the brand. Di mata Tabet, edukasi menjadi kata kunci.
Ia mengatakan, “Young clients are more and more educated to luxury and they have different expectations. But at the same time they will evolve and their needs will too. Therefore it is important to educate them to jewellery and watchmaking. It is important for them to understand where a Maison comes from and what are its specificities.” Ini menjadi formula Piaget dalam caranya memperlakukan young clientele. Ekspetasi mereka selalu didengar dan diperhatikan secara serius sambil tetap melestarikan kekhasan brand dan menyampaikannya sebagai bentuk edukasi.
“It is important to adapt to the clients needs and deep cultural and social trends, otherwise a brand can become obsolete”
Addressing Responsibility
Di tengah arus evolusi zaman, Piaget tampak terus bergerak maju. Satu indikator sederhana yang bisa dilihat adalah dibukanya butik baru di kawasan Beverly Hills belum lama ini, tepatnya di Rodeo Drive. Sebuah koleksi eksklusif dihadirkan khusus di butik tersebut sebagai bentuk selebrasi. Magic Hour adalah koleksi perhiasan yang terinspirasi terbenam surya di langit California Selatan. Menegaskan relasinya dengan dunia seni (Piaget pernah bekolaborasi dengan Salvador Dalí hingga Andy Warhol dalam menciptakan karya spesial), bukan hanya artworks yang dihadirkan di butik baru itu, tetapi juga cultural program seperti pertunjukan musik dan lainnya, seperti dikutip dari situs Artnet.
Keterkaitan dengan seni, craftsmanship dan savoir-faire yang mewujud pada gold mesh, Palace Décor engraving, hingga ultra-thin watchmaking skill (and don’t forget the beautiful artistry of Altiplano Rose Watch) jelas merupakan kekuatan heritage Piaget yang akan disambut oleh klien lintas generasi. Akan tetapi, “pendatang” baru yang disebut sebagai woke generation bukan hanya terbuai oleh sisi glam dari sebuah tawaran luxury. If the brand is proud of its Piaget Society, then the challenge they are facing now is to prove to the younger demography that the brand properly addresses crucial contemporary issues as they don’t just want to be part of sparkling society but tend to more identify themselves as “responsible” society.

Tabet memberi jawaban lebih panjang ketika diperhadapkan dengan realita ini – a sign of more serious concern. Ia membuka dengan mengatakan bahwa sustainability menjadi bagian esensial pada bisnis Piaget sembari mengungkap bahwa kreasi perhiasan juga timepiece dari brand tersebut didesain untuk diteruskan ke generasi lintas dekade. Kemudian ia menuju bahasan lebih mendetail. “Piaget is working on reducing its energy intensity by conducting environmental audits to identify areas of improvement and consequently implemented several projects to minimize its impact on the natural environment,” paparnya.
Dituturkan Tabet bahwa Piaget bekerja untuk terus memperluas carbon footprint measurement di keseluruhan rantai bisnisnya. Komitmen pada climate change terwujud salah satunya dengan mengikuti inisiatif Science Based Targets bersama induk usaha Richemont Group. Melalui inisiatif itu, perusahaan menargetkan reduksi emisi sesuai Paris Agreements. Tabet juga menerangkan bahwa Piaget hanya membeli recycled gold dari sumber-sumber yang sudah disertifikasi oleh Responsible Jewellery Council (RJC). Brand yang hampir menginjak usia 150 tahun itu telah bergabung sebagai anggota RJC sejak tahun 2006.
Tak hanya itu, supply berlian Piaget pun diperoleh dari supplier tersertifikasi RJC. Bagi supplier non-RJC, brand ini meminta mereka untuk menandatangani syarat Code of Conduct. Sertifikat lain yang dimiliki Piaget untuk pasokan berliannya adalah Kimberley Process Certificatin Scheme. Ini adalah hasil dari United Nations General Assembly Resolution 55/56 untuk mencegah perdagangan “berlian konflik” yang digunakan untuk gerakan-gerakan kekerasan. Tabet menegaskan bahwa Piaget secara reguler mengaudit para suppliers untuk memastikan aktivitas mereka seturut dengan codes yang sudah ditandatangani.

Keep on Going
Sudah sekitar 20 tahun, Tabet meniti karir di bidang luxury dan sebagian besarnya dihabiskan di watch and jewellery industry. Tentu selalu ada alasan ketika seseorang tekun dengan profesinya dalam waktu yang panjang. Tak terkecuali Tabet. Untuknya adalah posibilitas tanpa batas untuk berkarya dan tentang prosesnya; juga mengenai kerja sama antar tim yang melibatkan para artisans untuk membuat kreasi terbaik. “It is about seeing your idea or concept come to life and eventually being worn by someone randomly on the street,” ungkap Tabet.
Dalam menjalani perjalanan yang ia nikmati itu, Tabet memetik satu poin tentang pentingnya merespon bagaimana era berubah begitu pun dengan klien. “It is important to adapt to the clients needs and deep cultural and social trends, otherwise a brand can become obsolete. At the same time, it is important to know who we are and why do we do what we do, otherwise you could lose yourself,” ucap perempuan yang pada tahun 2013 mendirikan consulting company dengan spesialisasi strategi marketing untuk luxury brands. Rangkumnya, pertanyaan yang perlu dijawab adalah bagaimana untuk menyenangkan klien, memenuhi kebutuhannya, dan secara bersamaan menjaga identitas Maison.
“More and more radiant and innovative creations. Always pushing the creativity and most of all surprise!” ungkapnya mengenai visi akan masa depan Piaget. Terhadap visi tersebut, alumni University of Paris X Nanterre ini terus bersemangat dalam membangun karirnya. “I had the chance to work for beautiful Maisons and each time it was such great adventures personally and professionally with great achievements. I hope I will be lucky enough to continue on that journey in this very inspiring environment,” pungkas Cynthia Tabet.