Coach Fall/Winter 2023, Nuansa Youthful Berbalut Pendekatan Lingkungan

For a better future.

 

Coach adalah brand yang berusia 82 tahun, tetapi di bawah arahan Stuart Vevers, kreasi-kreasi brand ini selalu tampil muda dan segar. Begitupun dengan koleksi Fall/Winter 2023. Akan tetapi lebih dari itu, koleksi Coach kali ini punya konsiderasi lebih besar akan aspek sustainability untuk memperbaiki masa depan.

Kali ini, leather yang menjadi salah satu identitas Coach diolah dengan pendekatan daur ulang material. Beberapa di antaranya adalah kreasi floor-length leather trench hitam, jaket, short maupun skirt. Stuart juga mengembangkan patchwork treatment dalam model serupa. Payung nuansa gayanya tetap rebellious khas anak muda dari era ‘60, ‘70 dan ‘90-an.

Perpanjangan visi tersebut turut hadir pada kreasi sheer chiffon dress dalam palet pastel yang pewarnaannya menggunakan tumbuhan alami dari kayu, safflower, dan marigold. Gaun itu tampil whimsical nan dreamy dengan aksentuasi ruffle yang diciptakan dari material sisa potongan pola kain. Di ranah aksesori, Stuart memperkenalkan Coach (Re)Loved pada koleksi tas dan Remade pada kreasi sneakers yang materialnya adalah hasil penataan ulang dari material tas Coach daur ulang. 

Nuansa playful juga menggambarkan koleksi leathergoods-nya. Terkadang kreasinya tampil simbolik dari rupa kosmik seperti bulan sabit dan bintang. Namun ada kalanya terinspirasi dari rupa flora-fauna seperti apel, clover, ikan, hingga rexy si dinosaurus yang semuanya dibubuhi Coach monogram. Stuart juga menampilkan rupa lolipop sebagai anting. 

Pemilihan modelnya semakin inklusif dan semakin representatif dengan kehadiran “real people” – kabarnya street casting dilakukan untuk show ini. “Fall was inspired by our belief that when you show up as you really are, you inspire others to do so, too,” tutur Stuart menjelaskan filosofi koleksi Coach.