Capturing the coastline vibe and the city feel.
Lokasi terselenggaranya Chanel Cruise 2025 punya cerita historis menarik. Cité radieuse adalah area pemukiman di Marseille yang dirancang oleh artsitek ternama Le Corbusier. Latar belakang pendiriannya adalah kebutuhan akan social housing pada akhir Perang Dunia II. Menyanggupi permintaan pemerintah, sang arsitek datang dengan sebuah konsep hunian yang eksperimental. Rampung pada tahun 1952 setelah dibangun selama lima tahun, Cité radieuse diisi dengan unit-unit apartemen lengkap dengan berbagai elemen penunjang seperti pastry, restoran, nursery, toko buku, perkantoran, taman bermain anak, galeri seni, kolam renang, juga open-air auditorium.
Hunian tersebut menyatu dengan vibe kota pelabuhan Marseille yang mengkombinasikan nuansa pesisir dengan kehidupan kota bersejarah. “I was inspired by the codes of lifestyle, of everyday life and by all the things that invite movement. The sea and the wind made me want to play with wetsuits,” ucap Creative Director Virginie Viard mengenai sang kota tertua di Prancis yang menginspirasi koleksinya. Salah satu piece yang cute dan catchy dari koleksi tersebut adalah sebuah one-piece swimwear dengan zipper bagian depan dan hoodie beraksen pita leher.
Sisi sporty memang menjadi salah satu hal yang diinjeksi ke dalam sebagian rancangan. Tentunya tak luput rujukan pada kehidupan bawah laut dalam lupa embroideries ikan kecil, jaring pancing, tiram, dan sebagainya. Memanfaatkan warna-warni Marseille, koleksi ini juga diisi dengan laidback items seperti t-shirts, Bermuda shorts, hingga rupa-rupa resort dress. Tweed pastinya tampil lebih formal dalam formula-formula khas Chanel. Beberapa knitted creations mencuri perhatian dengan skema cut out. Ada yang berupa cardigan dan ada pula yang menjadi mini skirt. Beberapa motif yang bisa ditemukan di antaranya adalah kotak, bunga, dan garis.
Dari koleksi ke koleksi, Viard terbukti setia dengan citra Chanel yang telah dibangun oleh kerja Karl Lagerfeld. Rasanya tak keliru bila dikatakan bahwa ia dalah perpanjangan tangannya. Memang ada faktor kuat di balik hal ini. Relasi keduanya begitu dekat. Bersama dengan sang legenda fashion, Viard meninggalkan Chanel menuju Chloe dan akhirnya kembali ke Chanel. Lantas bagaimana bila nantinya Maison Coco dipimpin oleh seorang di luar “habitat” brand tersebut? Pertanyaan ini menggelitik pikiran karena rumor yang kembali beredar bahwa Hedi Slimane akan menggantikan posisinya.
“Virginie seems in good shape, no?” jawab pimpinan Chanel Bruno Pavlovsky kepada jurnalis Women’s Wear Daily perihal gosip yang beredar. Apakah Slimane memang berada dalam perbincangan management Chanel untuk menggantikan Viard jelas masih menjadi spekulasi. Akan tetapi, membayangkan Slimane (notabene adalah salah satu desainer favorit Lagerfeld) tiba di Chanel dengan segala kreativitasnya, it surely would bring some fresh new things for the house. We’ll see.