A little conversation during the launch of Panta Rhei.
Beberapa waktu lalu, Aigner meluncurkan koleksi Panta Rhei berisi kreasi-kreasi tas terkini. Judul koleksi ini berarti “everything flows” dan diambil dari pemikiran filsuf Yunani kuno Heraklitus tentang proses perubahan yang tak akan pernah berhenti. Artinya, segala hal tak pernah sama; selalu merupakan sebuah kebaruan. Konsep tersebut diterjemahkan secara kreatif oleh brand bentukan Etienne Aigner pada tahun 1965 itu melalui langkah mengkombinasikan craftsmanship tradisional dengan teknik manufaktur modern serta ragam desain sehingga tercipta tas-tas dengan nuansa newness.
Material leather menjadi highlight utama di koleksi terbaru ini. Leather goods memang merupakan fokus brand asal Jerman yang juga memproduksi shoes, glasses, clothes, hingga watches dan jewellry tersebut. Dalam kunjungan ke Indonesia pada momen peluncurkan koleksi Panta Rhei, Sibylle Schön selaku CEO Aigner menegaskan hal itu. “We are a luxury leather brand and this is where it all comes from. Of course we do a great watches and jewellery collection but our main focus are and will be leather goods or handbags,” ucapnya kepada Hessy Aurelia, Editor-in-Chief The Editors Club.

Salah satu jenis kreasi yang tampil baru di koleksi Panta Rhei adalah Cybill Bag. Asal muasal tas ini punya cerita yang menarik. “It was the wish of our head of design, Christian Alexander Beck, to create a bag that is carying my name. We do know each other for a long time with mutual appreciation. The Cybill Bag with is unique silhouette is one of our most popular bags ever. It is even worldwide protected and nobody can name a bag Cybill,” ungkap sang CEO tentang tas yang perdana hadir di tahun 2013 itu. Di koleksi ini, Cybill Bag hadir dengan warna Soft Pink, Flux Red, dan Almond Beige. Edisi spesial dari tas ini adalah Cybill Cordicella dengan braided elements serta Cybill Panta Rhei yang menampilkan motif gelombang sebagai perwujudan tema koleksi.
Tas-tas lain di koleksi baru Aigner memiliki karakter tersendiri yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mood, dan selera Anda. Untuk Anda yang menginginkan elegansi, model Pam, Lorena, Leonie, Alona, Mariella, dan Diadora bisa menjadi pilihan tepat. Sementara yang suka dengan nuansa craftsmanship, tengok tas Matera yang dibuat secara hand-woven serta Palermo dengan shoulder strap dari handcrafted macramé weave. Tas-tas lain seperti Amal, Mona, Isa, Suri, Luisa, dan Matteo juga disuguhkan sebagai pilihan-pilihan yang bisa Anda eksplorasi untuk melengkapi tampilan.

Tas-tas tersebut dan bisa Anda dapatkan di butik Aigner di Indonesia yang berada di bawah naungan retailer Transfashion. “We highly appreciate our partner Transfashion as they are the most professional retailers,” ungkap CEO Aigner perihal bisnis label itu di Indonesia. Menurutnya monobrand distribution yang dijalankan selama ini di Indonesia berjalan dengan baik sehingga tak ada rencana untuk menambah channel distribusi lainnya. Dalam perbincangan singkat ini pun, ia menyebut bahwa Indonesia adalah market paling penting Aigner di kawasan Asia Tenggara.
Lalu seperti apa perempuan yang menjadi target market dari Aigner, atau dengan kata lain sosok perempuan yang menjadi napas brand tersebut? “There is no focus on a specific woman as we can inspire all generations with our product range…Everyone can discover their favorite piece,” demikian jawaban Sibylle Schön tentang gambaran perempuan Aigner. Untuk campaign Spring/Summer 2023, perwujudan ide itu diekspresikan oleh Georgia May Jagger yang memancarkan persona London girl. Jiwa yang ditampilkan adalah uniqueness, non-chalance, juga sisi playful. Pada campaign bidikan fotografer Liz Collins itu, anak dari Mick Jagger dan Jerry Hall ini tampak dinamis layaknya pergerak tari yang mengalir; a visual language of the Panta Rhei.