Bursa Seni ArtMoments Jakarta 2024 Usung Tema “Renewal”

From S. Soedjojono to Ren Zhe.

 

Geliat dunia seni Tanah Air turut dipengaruhi oleh eksistensi art fairs yang dalam beberapa tahun ke belakang terus bertumbuh. Satu di antaranya adalah ArtMoments yang berawal dari Yogyakarta pada tahun 2015. Pada tahun ini, ajang tersebut terselenggara hingga 11 Agustus di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel.

Mengambil tema “Renewal” dalam kaitannya dengan personal growth, transformasi sosial, pembaruan budaya, kemajuan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan, art fair tersebut diisi oleh sekitar 40 galeri partisipan yang berasal dari berbagai negara. Acara ini dibuka oleh performance art dari seniman Heri Dono.

Ada banyak karya seni menarik di perhelatan ini. If you want something grand conveying the charm of tradition into contemporary realm, sculptures by rising Chinese artist Ren Zhe (任哲) are worth investing. Ada pula karya-karya Aboudia, seorang seniman kontemporer berdarah Amerika-Pantai Gading yang tinggal di Brooklyn, New York. Kreasi-kreasinya memadukan estetika seni jalanan dengan pengaruh seni tradisional Afrika.

Tak hanya memamerkan berbagai koleksi dari galeri-galeri seni, ArtMoments juga disertai berbagai acara pendukung. Termasuk di antaranya adalah rangkaian diskusi bertema seni, mulai dari soal kepemilikan media art, profil Sindoedarsono Soedjojono sang bapak seni rupa modern Indonesia, hingga seni masa depan. Bekerja sama dengan S. Sudjojono Center dan Larasati Auction House, ArtsMoments menyelenggarakan lelang amal.

Selain itu, Artmoments bekerja sama pula dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta dalam inisiatif ArtWonders. Di area ArtWonders, Anda akan melihat karya-karya seniman Indonesia Timur yang berada di naungan program AKSILARASI Mandalika. Sebuah program pendampingan berjangka panjang untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif.

Sejalan dengan tema “Renewal” dan prinsip keberlanjutan lingkungan, ArtMoments secara bertahap mengembangkan dirinya menjadi pameran seni yang ramah lingkungan. “Sebagai wujud komitmen kami dalam menggalakkan bursa seni ramah lingkungan, kami menggunakan panel daur ulang untuk mengurangi penggunaan kayu yang berkaitan dengan deforestasi. Selain itu, kami juga memanfaatkan lampu LED yang mampu menghemat ribuan watt. Hanya dari dua komponen ini saja, kami bisa mengurangi emisi karbon secara signifikan,” kata Sendy Widjaja, Co-Founder dan Fair Director dari ArtMoments.