A splash of energy from heritage and modernity.
Koleksi Winter 2026 membawa Burberry kembali ke suasana kota.“To going out in a particularly London way,” ingkap Chief Creative Officer Daniel Lee. Berlatar London, koleksi ini menangkap karakter dan energi kota tersebut selepas senja. Jika Winter 2025 dan Summer 2026 menggambarkan pelarian ke countryside dan outdoor music scene, maka Winter 2026 sepenuhnya berorientasi pada jalanan. Di bawah Lee, heritage dan youth bukan sebuah benturan tetapi percikan energi.
Menswear menghadirkan cara yang lebih muda dalam mengenakan overcoat, tuxedo, atau silk shirt. Potongan fungsional terasa lebih elevated, dengan leather bomber, hoodie, dan raincoat yang diberi sentuhan evening. Warna-warna solid memberikan aura yang lebih sophisticated, sedikit lebih dressy, bersih, atau sleek. “Clothes for the night, as well as the day,” jelas Lee. Untuk womenswear, trench melapisi sleek satin dresses. Ada keleluasaan pada pattern cutting dan rasa lengang yang mencerminkan sisi ease khas Londoners ketika berpakaian.
Kesan casual jadi elevated lewat pemilihan bahan: shearling yang dipotong raw di tepi jaket, faille yang membentuk ruffle pada trench collars. Lambskin leather yang smooth memantulkan kilau seperti iridescence petrol di jalanan. Outerwear berubah menjadi evening attire melalui pleated silk poplin dan trench coat berkerah ruffle yang dipotong dari fluid faille. Elemen trench muncul di seluruh koleksi: sebagai belts dan cuffs dalam leather kontras, throat latch pada double-faced wool pea coat, serta epaulettes pada rib-knit dresses dan brushed mohair hoodies.
Siluet ikonik Burberry direkonstruksi lewat material premium dan teknik artisanal. Trench coat dalam bordeaux red dan ink blue check ditenun menggunakan traditional loom dari leather dan viscose yang lembut. Knitwear direinterpretasi menjadi mohair silk coats dengan loopy fringe dan rib detail. Leather dieksplorasi dalam berbagai treatment, mulai dari shawl-collar coats dan suits berbahan butter-soft plongé hingga biker jacket yang rugged. Ikon outerwear seperti down-filled parka dan quilted bomber jacket juga dihadirkan dalam versi leather, bersama shirt dress dan jumpsuit.
Di wilayah tailoring, archetypes didekonstruksi untuk laki-laki dan disesuaikan dengan siluet lebih relaxed untuk perempuan. Tuxedo dan double-breasted overcoat bermaterial double-faced cashmere dan grain-de-poudre wool dihiasi leather-peaked lapels dan shearling collars. Detail klasik diolah ulang, mulai dari pocket square yang dilipat menjadi mawar hingga striped silk shirts dengan embroidered ‘B’ di bagian cuffs.
Classic bias-cut dan wrap styles dari rancangan berbahan fluid satin diberi detail scarves, fringing, dan embroidered tassels, dikenakan begitu effortless di bawah coats. Tabard dresses menampilkan motif floral dari perpaduan bugle beading dan sequins yang menghasilkan tampilan iridescent nan memukau ketika bergerak dan memantulkan cahaya.
Dikerjakan secara hand-finished di atelier Burberry, detail-detail exquisite dihadirkan sebagai representasi situasi kota saat hujan. Sebuah shearling trench hadir dengan desain dégradé yang dihiasi fringed bullion braiding dan ribuan beads yang dijahit tangan. Bugle-bead embroidery mengalir di sisi trousers untuk menciptakan ilusi curahan hujan. Hand-knitted dresses dihiasi ribuan beads dan sequins yang berkilau seperti tetesan air. Palet warna koleksi ini cenderung dark dan rich, dipertegas dengan jewel tones dan variasi lembut dari Burberry beige. Fondasi warna black dan champagne white dipadukan dengan dark ink blue, dark brown, burgundy, dan plum purple.
Terinspirasi dari teknik tradisional British cobblers, kreasi sepatu dibuat dengan leather welt yang diperkaya oleh patina. Pewarnaan diaplikasikan setelah konstruksi sepatu selesai untuk memberi kedalaman, sebuah proses artisanal yang membuat tiap pasang menjadi unik. Pumps Pillar dan sepatu Windermere Oxford hadir dalam motif kotak maupun berhias embellishments. Berakar dari heritage rumah mode, leather motorcycle boot menjadi city archetype baru dalam warna solid dan quilted fabrication. Untuk malam, caged Linton sandals dianyam dari nappa leather dan chainmail check.