Between order and disorder.
Ini merupakan kali pertama The Editors Club menghadiri show BOSS. The excitement heightened as our Editor-in-Chief took the front row. Di posisi ini, detail-detail rancangan pun tampak jelas terlihat. Artistic statement kuat mengawali show BOSS kali ini. Saat show dimulai, sebuah silver foil terangkat. Tanpa musik pengiring di awal, hentakan langkah model bersaut dengan bunyi foil yang melayang. Pantulan cahaya matahari dari lembaran foil yang jatuh ke busana semakin memperkuat Kesan artistik.
Instalasi silver foil di Fonderia Macchi, Milan, pada show tersebut merupakan karya seniman kontemporer Belanda, Boris Acket. “Transformed into an autonomous reflective entity, the piece takes on the role of a non-human performer, guiding the models as they move through the show. The work is rooted in juxtaposition: creation and destruction unfolding in parallel,” jelas Acket.
Seni memang menjadi ilham pada koleksi BOSS Spring/Summer 2026, terutama seni kontemporer dan arsitektur. Sebagaimana dijelaskan Marco Falcioni, Creative Director HUGO BOSS, seni merupakan bagian dari sejarah brand tersebut. Berbagai kolaborasi telah dilakukan antara BOSS dan berbagai seniman. “Within the collection, there are different layers of influence: those of design and architecture, and of contemporary dance – plus everything in between,” jelas Falcioni.
Mengambil tema, “The BOSS Paradox”, koleksi Spring/Summer 26 BOSS bicara tentang fleksibilitas; sebuah dialog visual antara order dan disorder. Konsep tersebut diterjemahkan dalam aspek fungsionalitas, simplisitas, dan presisi yang didefinisikan ulang melalui desain kontemporer terinspirasi arsitektur dan contemporary art.
Dari arsitektur dan wilayah desain industrial Jerman tahun 1960-an, tim desain BOSS menggali esensi kesederhanaan dan keteraturan. Minimalisme, clarity, dan aspek presisi terlihat dalam siluet geometris dan eksplorasi tailoring. Rujukan ini merepresentasikan order. Sementara itu, ilham disorder datang dari dunia tari kontemporer abad ke-20 dan segala seni kontemporer lainnya. Hal ini memberikan sentuhan unik pada tampilan yang clean dan sophisticated.
Selain busana, satu hal yang perlu juga diapresiasi dari show BOSS adalah para model yang berlenggok. Dapat terasa bahwa model-model yang ambil bagian pada peragaan ini merupakan hasil kurasi yang cermat sehingga poin inklusivitas terlihat nyata.
Tak hanya diisi oleh para model, landasan catwalk BOSS juga diwarnai oleh figur ragam profesi. Termasuk di antaranya adalah Kurator Neville Wakefield, seniman Ludovic Nkoth, kolektor Karen Boros, fotografer Ryan McGingley, dan penari Francesco Mariottini. Bintang campaign terbaru BOSS Amelia Gray dan content creator Lena Mantler juga ikut berjalan. Dengan tamu front row David Beckham hingga Mew Supasit, show BOSS ditutup oleh S.COUPS dari group K-pop Seventeen yang juga merupakan Brand Ambassador BOSS.