A chic space, a relaxing moment, and an insightful conversation.
In between our Paris Fashion Week hustle and bustle, we were in need of a recharge and refresh. Menghabiskan waktu satu jam di Maison Sisley merupakan keputusan terbaik. From the moment we first stepped into the place, it felt like we were entering a different world.
Maison Sisley menghadirkan unique beauty experience bagi para tamunya. Di sana, Anda dapat memilih treatment untuk face, body, dan hair. We opted for the 60-minute body treatment to rejuvenate ourselves. Dengan teknik pijatan yang terinspirasi dari spa di berbagai bagian dunia dan produk-produk Sisley, we felt like we were at the heart of luxury beauty.

As the cherry on top, we had the chance to sit down and have a conversation with Nicolas Chesnier, Sisley Asia Pacific Regional Managing Director. Berikut percakapan kami di Secret Café di dalam Maison Sisley.
Apakah Anda dapat menjelaskan apa itu Maison Sisley dan mengapa Sisley mendirikannya?
Untuk Maison Sisley pertama, kami pikir cukup menarik untuk memiliki sebuah boutique di sebelah headquarters kami. Ada banyak karakter Sisley yang dapat kami ekspresikan dengan maksimal. This becomes the heart of Sisley. Orang-orang datang ke sini untuk berada di hati Sisley. Ketika Anda menyukai treatment yang kami tawarkan, Anda akan kembali lebih sering ke sini. Tempat ini adalah lokasi pertama Maison Sisley, dan dengan cepat kami membuka dua cabang di Prancis, satu di Bordeaux dan satu di Lyon. We just opened in London last month, and we also have one in New York.

Sebagai Managing Director for Asia Pacific, bagaimana Anda melihat pasar Indonesia untuk Sisley?
Berkembang. It used to be a department store market, but we know it’s changing towards the standalone store. Kami membuka gerai Sisley tahun lalu di Plaza Senayan. Lokasi tersebut langsung menjadi titik penjualan nomor satu, so it’s very interesting. Kami memiliki banyak pelanggan setia.
Untuk kami sebagai media, apakah ada storytelling spesifik yang Anda ingin kami sampaikan?
Bagi saya, storytelling tidak sepenting realita. Bila saya harus mendeskripsikan Sisley, pemiliknya adalah orang-orang passionate dan mereka mendirikan Sisley untuk menghadirkan produk-produk dengan kualitas terbaik. Semua produk yang kami rilis akan menjadi best seller di kategorinya. Jadi, kami berfokus pada terobosan ilmiah. Kami memiliki banyak terobosan di Sisley karena kami tidak mengkreasikan produk untuk meniru atau untuk mengikuti tren. Kami membuat produk yang bermanfaat untuk para customer.
What defines Sisley for me and for us is the reality, the drive for excellence – which means that quality is what’s most important to us. Bagi kami, kebebasan adalah untuk bekerja lebih lama, untuk tidak meluncurkan suatu produk bahkan ketika kami mengembangkannya selama tujuh tahun. If it’s not top of the top, we will not launch it because it takes time to build a reputation. If you don’t stick to your values, it can destroy your reputation much quicker than it is to build it.
“If you don’t stick to your values, it can destroy your reputation much quicker than it is to build it.”
Apa saja isu lingkungan yang dihadapi oleh industri kecantikan, dan bagaimana Sisley menyelesaikan masalah-masalah tersebut?
Yang pertama adalah biodiversitas. Kesuksesan Sisley didasari oleh bahan-bahan aktif alami, sehingga penjagaan alam sangatlah penting. We work a lot on, of course, the packaging. We reduce and reuse, and we are also introducing more refillable packaging. We work a lot on preserving water and we use less energy. Contohnya, kami memproduksi dua kali lebih banyak produk daripada 10 tahun yang lalu, tetapi jumlah energi yang kami gunakan tetap sama. Kami juga mengurangi penggunaan listrik. Di warehouse kami di dekat Paris, kami memiliki solar roof terbesar di Prancis Utara. Dari awal, kami melihat alam dan lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai kami. And there are many ways to minimise waste.
So, that was about the concern of sustainability. Selain itu, Sisley juga mendukung banyak isu sosial, seperti pendidikan, kesehatan, perempuan, pemberdayaan, dan juga seni budaya. Apa korelasi antara identitas brand Sisley dengan ide-ide tersebut, dan apa yang ingin dicapai darinya?
Yang ingin kami capai adalah untuk membantu banyak orang yang menghadapi kesusahan atau untuk mempromosikan seni. A lot of our actions through the Sisley-d’Ornano Foundation are to help women. Untuk kesehatan, kami telah melakukan banyak hal, tetapi saat ini kami lebih berfokus kepada mental health. Di Kamboja, kami bekerjasama dengan organisasi yang membantu anak muda berusia 18-19 tahun untuk mendapatkan pelatihan satu tahun di industri perhotelan. Selama Sisley-d’Ornano Foundation berdiri, kami telah memiliki 500 proyek. Once again, we do it with passion.

What does Sisley believe about beauty? What is a beautiful woman from your brand’s standpoint?
Kecantikan tidak memiliki satu wajah saja. I think beauty also comes from within. Ketika Anda merawat wajah, terutama bila Anda menggunakan produk seperti Sisley, Anda akan benar-benar mendapatkan hasil. But beauty is also discipline, pleasure, and a form of self-respect. Untuk mendapatkan hasil optimal membutuhkan konsistensi. Kepercayaan diri akan mengeluarkan lebih banyak kecantikan dari dalam diri Anda. Beauty is to feel good with yourself.
Pertanyaan terakhir saya adalah, do you think it’s necessary for men to take care of themselves as well?
Saya sangat terbuka tentangnya. I think it’s good to respect your body.