Pieces of goodbye adorned with personal stories.
Koleksi Balenciaga Couture ke-54 merupakan koleksi terakhir sang rumah mode di bawah arahan kreatif Demna Gvasalia. Selama 10 tahun terakhir, Demna telah mendefinisikan ulang kode-kode Balenciaga menjadi apa yang kita kenal sekarang: edgy, modern, dan revolusioner. This collection acts as a retrospective of his era at Balenciaga, referencing many of his works during the past decade.
Kreasi-kreasi Couture Fall/Winter 2025 telah difoto di berbagai lokasi di Kota Paris sebagai tribute atas kota di mana Demna memulai karirnya. Dari look pertama, tampil eksplorasi arsitektur garmen melalui bentuk skulptural dan siluet hourglass dengan “comfortable corsetry”. Demna menyatakan bahwa titik permulaan dari koleksi ini adalah kostum para “La Bourgeoisie.” Ide tersebut kemudian ia interpretasikan menjadi monumental high collared looks yang mengingatkan kami kepada vampir Nosferatu dan keluarga Medici.
This collection is Demna’s curtain call, but it’s also his most personal yet. Demna mengkreasikan celana corduroy dalam trompe-l’œil dari tufted embroidery sepanjang 300 km, dan sebuah setelan skirt suit mengambil motif bunga tahun 1957 seperti taplak meja milik sang nenek. Obsesi Demna terhadap dunia Old Hollywood dimanifestasikan menjadi gaun “Diva” ala Marilyn Monroe dan jubah “mink” ala Elizabeth Taylor yang diperagakan Kim Kardashian.
“I have come as close as possible to being satisfied in this endless pursuit of impossible perfection—the defining ethos of Cristóbal Balenciaga,” ujar Demna dalam sebuah rilisan pers. Koleksi ini juga tak lupa mereferensi legasi sang pendiri rumah mode melalui jas Danielle yang terinspirasi busana houndstooth Madame Balenciaga. Sebuah gaun Guipure lace megah menjadi finale look bagi koleksi couture ini maupun juga bagi era Demna di Balenciaga.