Babak Baru Givenchy L’Interdit yang Sensual

Yet it’s more responsible.

 

A scent is one attribute of identity which might tell personality or temporal mood. Jika Anda adalah seorang yang daring atau sedang ingin tampil dalam nuansa rebellious, generasi terbaru dari Givenchy L’Interdit adalah apa yang Anda perlukan.

L’Interdit perdana rilis pada tahun 2018 sebagai Eau de Parfum dan diikuti dengan Eau de Toilette pada tahun 2019. Unapologetically it was introduced as fragrance that encourage women to break the rules and highlight their dark side. Kemudian pada tahun 2020, wewangian ini diinterpretasi menjadi Eau de Parfum Intense yang berfungsi sebagai booster untuk mengintensifikasi efeknya.

Kini chapter baru terbuka untuk L’Interdit. Hadir dalam kreasi Eau de Parfum Rouge, L’Interdit baru ini menggarisbawahi aspek sensualitas. Diformulasi oleh Master Perfumers Dominique Ropion, Anne Flipo, dan Fanny Bal, parfum ini dikomposisi oleh blood orange, jahe, dan pimento leaf sehigga menciptakan kesan seductive nan spicy. Base notes yang woody dengan aksen vetiver dan patchouli berpadu nuansa sweet dari sandalwood asal New Caledonia.

Dikemas dalam botol merah transparan beraksen pita dengan logo 4G, parfum yang campaign-nya dibintangi Rooney Mara ini diproduksi dengan policy sosial dan lingkungan dari perusahaan. Bahan-bahan alami pada L’Interdit Eau de Parfum Rouge didapat dari sumber-sumber yang berkomitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan.

Contohnya sambac jasmine yang dipantau sejak penanaman hingga panen di India. Sementara jahe dari Nigeria melalui cold extraction lewat cara natural. Tak hanya itu, sandalwood-nya datang dari sebuah perusahaan di New Caledonia yang mempromosikan local employment dan berpartisipasi pada proyek-proyek reforestasi. Givenchy L’Interdit Eau de Parfum Rouge sprays sensible sensuality.