When haute horlogerie meets haute couture.
Dunia haute horlogerie memiliki banyak kesamaan dengan dunia haute couture. Sama-sama mengutamakan presisi, keahlian, dan keunggulan, pertemuan dua creative practice ini menghasilkan dialog yang memikat. Menggabungkan gaya bold elegance dengan salah satu model terikonisnya, Audemars Piguet merilis Royal Oak Concept Flying Tourbillon dalam sebuah kolaborasi dengan perancang haute couture Tamara Ralph.
Melapisi case bermaterial pink gold 18 karatnya adalah kilauan Frosted Gold yang merupakan hasil teknik kuno dalam kerajinan perhiasan Florentine. Menggunakan diamond-tipped tool, aplikasi teknik tersebut menghasilkan sebuah efek gemerlap yang serupa dengan batu-batu mulia. Permainan cahaya dan bayangan di permukaan jam tangan ini diperindah lagi dengan polished bevel pada octagonal bezel-nya dan satin-brushed flanks yang memberikan kontras dalam tekstur.
Dial dari Royal Oak Concept Flying Tourbillon “Tamara Ralph” Limited Edition memiliki graded hues unik dari coklat, tembaga, dan emas. Warna coklat dan emasnya berasal dari galvanic treatment, sementara warna tembaganya didapatkan dari bronze lacquer. Setiap lempengannya dihias dengan sunburst satin-finishing dan diamond-polished gold thread yang memberikan kedalaman kepada permukaan dial-nya. Sementara itu, 19 berlian brilliant-cut menghiasi upper frame dari cage-nya.
Jam tangan ini digerakkan dengan hand-wound Calibre 2964 yang terletak pada flying tourbillon yang duduk di arah jam 6. Sebagai sebuah simbol dari seni pembuatan jam tangan, penggeraknya tak terlihat dari permukaan dial. Melengkapi case design-nya adalah cabochon-cut sapphire transparan yang memberikan Anda jendela untuk melihat mekanisme handal dari jam tangan ini.