Anthony Lim Bercerita Perihal Gagasan di Balik Katonvie

Inspired by aspiring women.

 

Setiap brand memiliki kisah di baliknya. Bagi Anthony Lim pendiri Katonvie, kisah yang terjalin adalah sebuah legasi dari ibu ke anak-anaknya, kemudian dari seorang perempuan ke perempuan yang lain. A universe of stories, retold through fabric, prints, and color. Katonvie hadir sebagai sebuah brand lokal yang mengkreasikan koleksi scarf indah dengan motif-motif khas Nusantara dan kisah perempuan sebagai narasi utamanya. The Editors Club berbincang-bincang dengan Anthony untuk mengulik kisah Katonvie, serta inspirasi dan aspirasi dari brand miliknya.

Congratulations for the launching of the brand! Can you introduce the brand to our readers?
Kami adalah Katonvie, sebuah brand Double Sided Print Scarf yang memahami makna dari pentingnya seorang perempuan untuk memiliki piliihan, dan kami mendukung perempuan-perempuan lain untuk melakukan hal yang sama di hidup mereka. 

How did you come up with the name ‘Katonvie’?
‘Katonvie’ berasal dari kata ‘Katon’ dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti “untuk muncul” atau “terlihat” yang digabungkan dengan “Vie” yang memiliki arti “kehidupan” dalam Bahasa Prancis. Di saat yang sama juga merupakan gabungan dari nama saya, nama saudara perempuan saya, dan nama ibu saya. That’s the personal story behind it. 

Apakah filosofi di balik brand ini?
Filosofi dari Katonvie adalah untuk menceritakan kisah individual-individual beraspirasi ke seluruh dunia dengan harapan untuk memperdalam pemahaman antara manusia dan memberikan gaya hidup yang lebih empatik dan damai. 

Kalau Katonvie adalah seorang manusia, dia orang yang seperti apa?
We call her an aspiring sister. Seseorang yang cerdas, seru, mengetahui apa yang ia mau, empowering untuk dirinya sendiri dan perempuan lain, stylish, dan menjalani bermacam-macam peran seperti perempuan-perempuan lainnya. 

 

What we do in Katonvie is to highlight the choices women make in their lives

 

Anda pernah berkata bahwa Katonvie beraspirasi untuk menjadi medium para perempuan menceritakan kisah-kisah mereka. In your opinion, how does fashion act as a form of expression?Fashion is a medium to tell stories. Inspirasinya datang dari bagaimana saya melihat betapa menakjubkannya ibu dan saudara-saudara perempuan saya. They live their lives making conscious choices with multiple responsibilities, juggling between being entrepreneurs and housewives. Saya yakin kisah-kisah mereka dapat beresonansi dengan banyak perempuan. What we do in Katonvie is to highlight the choices women make in their lives. 

Koleksi pertama Katonvie berjudul Dua Sua. Bagaimana dan mengapa tema ini dipilih?
Dua seperti angka dua, dan sua yang memiliki arti “bertemu” dalam Bahasa Indonesia; bertemu di antara dua pihak. Pendekatan ini menggunakan kata kerja dalam Bahasa Indonesia yang juga memiliki arti “sesuatu yang diletakkan bersebelahan dan bergerak dalam harmoni”. Dengan scarf dua sisi dan dua pilihan dari kehidupan seorang perempuan yang bertolak belakang satu sama lain, kami melihat bahwa kedua pilihan tersebut sama-sama istimewa. Maka, nama Dua Sua pun lahir. 

Bagaimana perempuan Indonesia menginspirasi Katonvie, dan bagaimana Anda ingin Katonvie menginspirasi perempuan Indonesia?
Kami mengkreasikan Dua Sua dari cerita-cerita tentang pilihan hidup perempuan Indonesia. Kami memilih lima kisah yang kerap dianggap sebagai tantangan dan pilihan yang sering dipertanyakan orang-orang kebanyakan. That’s how the women of Indonesia inspire us at Katonvie. Di saat yang sama, melalui brand ini kami juga ingin mengkreasikan sebuah safe space untuk perempuan Indonesia membagikan kisah-kisah mereka dan mendukung satu sama lain. 

Let’s talk about your collaboration with local artists and curators. How did they come about?Agensi kami menyarankan kami untuk bekerja dengan seorang seniman dan kurator, Ika Vantiani, untuk melakukan narasi karena ia dikenal akan karya-karyanya yang mengambil tema ‘perempuan’. Ika kemudian membantu kami untuk memilih ilustrator yang tepat untuk memvisualisasikan Dua Story kami. Di sinilah ilustrator botanikal Diva Meshia terpilih. Bersama, mereka mengkreasikan kisah lengkap Dua Sua dari Katonvie melalui lima variasi produk: Laras, Sanding, Lekat, Iring, dan Baur. 

As a local brand, what do you want Katonvie to bring to the industry?
Sebagai sebuah brand dengan visi global, kami terinspirasi dari kisah-kisah yang kami dengar di masa kanak-kanak dan bagaimana hal-hal tersebut dapat membentuk identitas dewasa seseorang. Kami belajar mengenai cara mengapresiasi perbedaan dari usia muda, seperti perbedaan budaya, sudut pandang, dan orang-orang dengan kisah yang berbeda dengan kami. We share and listen to each other’s stories through Katonvie to create a better world. That’s what we bring to the industry.