Alexander McQueen Fall/Winter 2020 Eksplorasi Kultur Wales

Heart Talks.

 

The collection is a love letter to women and to families, colleagues and friends,” ujar Sarah Burton mengenai koleksi Alexander McQueen Fall/Winter 2020. Musim ini, riset sang desainer diarahkan ke Wales:  ke puisi-puisi romantis dari Dylan Thomas, kostum tradisional, folk art, quilting, serta love spoons yang diukir dari kayu khas budaya Wales.

Inspirasi-inspirasi tersebut hadir dalam bentuk high-low hems, motif checks lembut, dan tailoring yang berani. Craftsmanship menjadi elemen focal pada koleksi ini, seperti terlihat pada sebuah quilted coat penuh motif merpati, kuda, dan panter yang mirip dengan rancangan penjahit legendaris James Williams dari tahun 1842 yang terpajang di National Museum of Wales. Butuh waktu 10 tahun untuk membuat karya itu. Pada versi Burton, material yang digunakan adalah bahan-bahan sisa dari koleksi-koleksi McQueen terdahulu. 

Elemen folk art juga teranyam di karya-karya leather khas McQueen, yang dibordir oleh guipure lace bagaikan rupa love spoons dengan motif hati dan burung. Sebuah gaun yang sepenuhnya dibalut oleh kristal dan kreasi benang bullion terlihat bagaikan sebuah keajaiban. Teknik tailoring diterjemahkan menjadi huge puffy sleeves hingga tuxedo minidress berekor dengan pundak tajam. Satu gaun megah berwarna merah dengan motif hati terlihat seperti sesuatu yang akan dikenakan oleh Ratu Hati dari kisah Elisa di Negeri Ajaib. “The hearts are a symbol of togetherness, of being there for others,” tambah Burton. 

Pada segmen aksesori, sebuah tas baru bernama The Story Book dengan double folding handle dan crossbody chain tampil untuk pertama kalinya. Menghadirkan model casting yang inklusif, iringan narasi tulisan Dylan Thomas, para perempuan McQueen yang berani dan tegas kembali tampil dalam koleksi ini.