3 Lini Besutan Andandika Surasetja Tampilkan Koleksi dalam Format Unik

Three labels, two days, and one personality.

 

Tepat ketika Indonesia merayakan hari kemerdekaan beberapa waktu lalu, fashion brand lokal Moral resmi merilis 2 lini baru. Studiomoral dan Studio Moral in Futura – juga di bawah naungan Arkagaia Co – melalui format presentasi unik serta bersentuhan personal buah karya sang direktur kreatif Andandika Surasetja.

Alih-alih mengambil spot hiruk pikuk, Rubanah Underground Hub dipilih sebagai lokasi presentasi yang berlangsung selama dua hari. Rasanya seperti memasuki area hidden place. Dekorasinya industrial serba putih yang dingin dan dilengkapi dengan pencahayaan canggih. 

Presentasi diawali dengan koleksi Studio Moral In Futura yang energik. Alunan musik upbeat dalam pencahayaan menggunakan lampu fluorescent mengingatkan akan era 80-an. Hadir kreasi contrasted polo-shirt, hoodie Hingga T-shirt yang didesain oversized dalam bubuhan grafis bertema sporty karya Radhin Mazaya, figur dibalik kreasi lini Studio Moral In Futura. Lini ini menekankan sisi youthful dan ekspresif. Transisi selanjutnya merupakan perkenalan akan lini Studiomoral di mana Andandika Surasetja bekerjasama dengan Karina Nasywa sebagai key person di baliknya.

Koleksi Studiomoral ini bertajuk Collection:01 yang praktikal merekonstruksi business attire menjadi bernafas lebih kasual. Contohnya kreasi jaket tanpa lapel yang diberi sentuhan zipper pada bagian bawah. Zipper juga menjadi aksen di kreasi celana yang dapat dibuka hingga lutut. Permainan warna cerah seperti pink elektrik dari kreasi parka dan tosca pada kreasi overcoat juga seakan menegaskan kesan playful. Lini Studiomoral difokuskan kepada essential pieces dalam interpretasi kreatif.

Di format presentasi hari ke dua untuk lini utama Moral, creative director Andandika Surasetja membawa pesan personal yang mengingatkannya akan rumah. Sebagai sosok yang tumbuh di Bandung, ia merintis label ini di kamar dan teras belakang rumahnya di tahun 2012-2013 hingga kemudian berkarier di Jakarta. Representasi sentimental items hadir di koleksi ini, yang dikemas secara intimate dengan dekorasi artistik bernuansa homey.

Andandika mengkreasikan selimut warna emas yang merupakan hadiah pernikahan kedua orang tuanya menjadi sebuah kreasi mantel dan dipadu bersama sleeveless dress beraksen rumbai seta korset electric pink yang semarak. Tampil secara berpasangan, ada pula kreasi long coat motif bunga dengan detail rumbai menghiasi panjang lengan, juga belt tali pink yang senada. Ia juga mengajak Asti Surya untuk berkolaborasi merilis see-through turtleneck mengadopsi motif lukisan karya Deppy Adepta Wibawa, yang juga merupakan hadiah pernikahan kedua orangtuanya.

Representasi nuansa rumah lainnya turut hadir crafty dengan beragam tekstur seperti upholstery didesain menjadi kreasi beskap warna mint yang soft dalam rupa motif kontras di kreasi luaran juga long coat lengan pendek. Sentuhan feathers pada kreasi celana dan jeans, juga material pink lame seakan menyuarakan suasana rumah yang bukan hanya hangat, namun juga bisa begitu semarak.