2 Timepieces Tampan Breguet Type XX Hadir dengan Opsi Bracelet

An enhanced elegance.

 

This is the quick news if you’re already into Breguet XX: last year’s Type 20 Chronographe 2057 and Type XX Chronographe 2067 are now available in bracelet. Dengan hal ini, elegansi kedua timepieces pun semakin meningkat. Sebuah opsi tampan berkelas yang versatile untuk keperluan kasual maupun lebih formal. Jika Anda belum terlalu familiar dengan kiprah Breguet di ranah chronograph, ada baiknya untuk melihat ke belakang perjalanan Maison ini. Mungkin nantinya akan bertambah deretan opsi Anda dalam memilih kreasi bertambahan fungsi stopwatch.

Counting Time
Menghitung durasi atas sebuah aktivitas menjadi bagian dasar dari keperluan hidup manusia sejak dahulu. Pengembangan alat ukur ini terjadi di berbagai bidang untuk ragan kebutuhan. Salah satu jejak mula-mulanya hadir pada dunia medis melalui kreasi British horologist Samuel Watson di tahun 1695 yang berjulukan Physician’s Pulse Watch. Alat ukur durasi ini dibuat atas pesanan seorang dokter bedah. Hadir dalam bentuk pocket watch, alat tersebut dilengkapi dengan sebuah lever atau tuas untuk menghentikan proses perhitungan durasi.

Fast forward ke tahun 1815, Louis Moinet asal Prancis membuat jam yang menunjukkan perhitungan durasi dengan hands atau jarum layaknya stop watch modern. Instrumen ini dibuat untuk mengakomodasi riset astronomi terkait pergerakan bintang-bintang. Dikenal sebagai Compteur de Tierces, alat tersebut memiliki performa memukau hingga 1/60 detik. Artinya, escapement alat ini bergerak pada frekuensi 216 ribu getaran per jam. Ahead of time adalah predikat yang pantas diberikan bila dibandingkan dengan jam tangan mekanis frekuensi tinggi saat ini yang beroperasi dikisaran 36 ribu getaran per jam.

Selang beberapa tahun, tepatnya pada 1822, Nicolas Mathieu Rieussec hadir dengan stopwatch atas permintaan King Louis XVIII. Sang raja Prancis gemar menonton pacuan kuda dan ingin mengukur durasi waktu yang ditempuh hewan tersebut dalam pertandingan. Alat buatan Rieussec jauh berbeda dengan stopwatch modern. Pena yang disertakan pada alat ini akan bergerak pada dial ketika perhitungan dimulai sehingga tercipta gambar busur yang mengindikasikan waktu tempuh. Sesuatu yang sangat dekat dengan arti “chronograph” secara literal.

Modern Chronograph
Sayangnya invensi Louis Moinet tak populer pada saat itu. Alhasil evolusi chronograph terjadi lewat jalur-jalur lain yang cukup memakan waktu panjang. Pada awal abad ke20, wristwatch sudah menjadi kenormalan. Seiring perkembangannya, muncul pula kebutuhan akan fungsi stop watch pada jam tangan, terutama di kalangan profesional seperti militer, aviasi, dan balap kendaraan.

Longines memperkenalkan monopusher chronograph pada tahun 1913 dengan akurasi hingga 1/5 detik. Sebuah tombol difungsikan sebagai start, stop, dan reset dari chronograph, sekaligus pengaturan waktu dan winding. Kemudian di tahun 1915, Breitling merilis chronograph wristwatch versinya dan merupakan pioner penggunaan tombol tersendiri untuk fungsi perhitungan durasi.Lompat ke 1967, Heuer meluncurkan jam tangan yang mengkombinasikan chronograph dengan tachymeter untuk pengukuran kecepatan laju kendaraan dalam ajang racing. Jam tangan Bernama Autavia ini menjadi sangat popular.

Pada rentang 1969, kreasi-kreasi automatic chronograph watches bermunculan. Zenith “mencuri start” dengan mengumumkan prototipe movement El Primero di awal tahun. Sementara itu, di belahan Bumi lain, Seiko merilis self-winding chronograph Caliber 6139 pada bulan Mei dan khusus untuk market Jepang. Project 99 hasil kerja sama Heuer, Breitling, Hamilton, dan beberapa nama lain menelurkan automatic chronograph Caliber 11 yang dikenal juga sebagai Chronomatic. Konferensi pers di New York, Geneva, dan Hong Kong digelar secara bersamaan menandari peluncurannya.

Breguet’s XX
Lalu kapan keterlibatan Breguet dalam dunia chronograph dimulai? Jawabannya dijembatani oleh wilayah penerbangan.

Menarik untuk dicatat bahwa jalinan keluarga Abraham Louis Breguet dengan dunia tersebut punya jejak personal. Estafet dari sang founder ke Antoine-Louis kemudian berlanjut ke Louis Clément François Breguet. Cucu dari Louis Clément François ialah Louis Charles. Pada saat itu di 1900-an awal, bisnis keluarganya sudah diambil alih English Watchmaker Henry Brown sehingga Louis Charles tak pernah terlibat menangani brand Breguet. Ia menorehkan minatnya pada aviasi.

Breguet Aviation yang didirikan Louis Charles menyuguhkan berbagai kreasi pesawat, bermula dari gyroplanes di tahun 1907. Perusahaan ini mencetak beberapa penerbangan yang remarkable. Pilot ternama Antoine St.-Exupery menerbangkan Breguet Type XIV dengan rute Toulouse-Casablanca-Dakar yang menginspirasi kisah “The Little Prince.” Costes dan Bellonte pada tahun 1930 menerbangkan Breguet Type XIX yang bersejarah karena merupakan reverse Lindberg transatlantic flight Paris-New York tanpa proses re-fueling.

Jam tangan Type XX (dan Type XXI) buatan Breguet diproduksi perdana pada era 50-an. Kategori ini sesungguhnya bukanlah lini tersendiri Breguet, melainkan sebuah spesifikasi militer yang disyaratkan oleh pemerintah Prancis dalam pembuatan model jam tangan. Berbagai brand membuat tipe tersebut untuk keperluan aviasi dan navigasi udara yang sangat membutuhkan fitur penting bernama retour-en-vol atau fungsi flyback. Flyback chronograph memungkinkan penggunanya untuk menekan tombol reset kala alat itu tengah berjalan sehingga perhitungan langsung kembali ke angka nol untuk kemudian bekerja lagi tanpa perlu ada jeda restart.

Hal tersebut sangat penting bagi para penerbang yang memerlukan presisi tinggi dalam melakukan navigasi di mana di dalamnya terlibat proses dead reckoning (kalkulasi posisi). Ini sulit untuk dilakukan tanpa fungsi flyback atau retour-en-vol karena proses reset dan restart konvensional yang cukup memakan waktu akan mengakibatkan akumulasi eror selama pesawat melaju. Kini jam tangan Breguet Type XX merupakan incaran para vintage enthusiasts. Berganti abad ke tahun 1995, Breguet merilis lini Type 20 dan Type XX yang dibuat dengan referensi terhadap versi originalnya. Type 20 mengacu pada spesifikasi militer era 50-an, sementara Type XX adalah versi civilian model tersebut.

Type 20 2057 & Type XX 2067
Pada tahun lalu, Type 20 2057 dan Type XX 2067 dipersembahkan dengan sematan calibre baru. Dengan persiapan pembuatan movement selama empat tahun, kedua model tersebut mengkombinasikan elemen-elemen generasi pertama Type XX dengan teknologi watchmaking kontemporer.

Kreasi Type 20 Chronographe 2057 hadir dengan modernised black dial, Arabic numerals, serta mint green hands. Pada angka 3 bisa ditemui 30-minute totaliser yang berukuran lebih besar dibanding 60-second totaliser di seberangnya. Date window kini ditambahkan di antara angka 4 dan 5. Jam tangan steel case 42 mm ini memiliki non-engraved fluted bidirectional bezel sebagaimana model militer originalnya. Crown bentuk pir memainkan fungsi netral, koreksi tanggal, dan pengaturan waktu. Pusher pada angka 2 digunakan untuk mengaktifkan chronograph, sementara yang berada di angka 4 memainkan fungsi flyback.

Varian civilian Type XX Chronographe 2067 dengan ivory hands dibuat seturut model 2988 pada tahun 1957. Memiliki dial hitam sebagaimana Type 20 Chronographe 2057, jam tangan ini hadir dengan konfigurasi subdial berbeda. Pada angka 3 hadir 15-minute totaliser, sementara 12-hour totaliser berada di angka 6. Di angka 9 terdapat running seconds. Hal ini yang menyebabkan kedua varian timepieces dipersenjatai dengan dua movement berbeda. Type XX 2067 bersematkan Calibre 728, sedangkan Calibre 7281 diperuntukkan bagi Type 20 2057. Masing-masing berfrekuensi 5 Hz, balance-spring, escape-wheel, dan pallet-lever horns pada movement tersebut terbuat dari bahan silicon yang tahan karat juga insensitif medan magnet sehingga lebih akurat. Self-winding chronograph ini mampu menghasilkan 60-hour power reserve.

Kedua movement baru tersebut juga mendapat sentuhan aesthetic seperti sunburst pattern, snailing, bevelling, circular graining, serta column wheel dengan treatment DLC hitam. Keindahan movement ini bisa diamati lewat sapphire crystal caseback. Termasuk juga di antaranya adalah blackened oscillating weight berbentuk sayap pesawat dengan ukiran logo Breguet. Tiap-tiap jam tangan akan menjadi milik Anda lewat havana-coloured leather presentation box yang mengingatkan pada sayap pesawat. Remember, as we’ve shared at the beginning, now both handsome timepieces are getting more elegant with bracelet options.