Watches & Wonders 2025: Pertemuan Estetika dan Craftsmanship

Expressing creativity through workmanship.

 

Dalam sejarahnya, jam tangan tak hanya menjadi tumpuan fungsional akan penunjuk waktu. Kreasi tersebut juga menjadi style statement di mana kreativitas dicurahkan pada desain-desainnya. Aesthetics meets craftsmanship, this is the third theme of our curated list of timepieces showcased in Watches & Wonders 2025. Mari lihat lebih dekat jam tangan yang memukau dengan keindahan visual dan kepiawaian desain para brand yang telah dilestarikan dari generasi ke generasi. 

Patek Philippe Calatrava Wristwatches
ahun ini, Patek Philippe memperlihatkan sebanyak 78 kreasi dari koleksi “Rare Handcrafts 2025” di Watches & Wonders. Di antaranya adalah 12 variasi jam tangan Calatrava dengan tema zodiak. Dial-nya menggabungkan teknik grisaille enamel au blanc de Limoges, Grand Feu cloisonné enamel, dan paillonné enamel untuk mengilustrasikan konstelasi dari setiap zodiak. Sementara itu, Clous de Paris atau pengerjaan hobnail guilloché menghias bagian bezel para jam tangan. Dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan elemen tanah, api, udara, dan air dari sang zodiak, masing-masing dari 12 jam tangan ini hanya akan tersedia dalam dua buah saja.

Cartier Tressage
It’s almost like a magician conjured up this watchmaking sculpture. Pada jam tangan Tressage, Cartier menginterpretasikan emas, berlian, dan batu-batu indah menjadi kreasi horologi yang dinamis dan artistik. Pada twists yang membingkai dial jam tangan, bertabur snow-set diamonds yang memberikan dimensi dan siluet unik. Dalam salah satu variasinya, kumpulan berlian bergradasi dengan batu safir menciptakan tampilan dinamis. Bersanding harmonis bersama strap warna beige atau biru laut dengan tekstur bercahaya, kombinasi kedua precious stones tersebut memukau siapapun yang melihatnya. 

Chopard Haute Joaillerie Jewellery Watch Ref. 134004-1001
Jam tangan dengan kombinasi berlian dan zamrud ini merupakan kreasi dari tim Haute Joallerie dari Chopard. Dari imajinasi Co-President and Artistic Director, Caroline Scheufele, hadirlah jam tangan yang dihias dengan sepasang batu zamrud Kolombia di masing-masing ujung watch case dengan total 4,89 karat. Masing-masing darinya dibingkai dengan berlian pear-shaped serta brilliant-cut dan berdiri di atas pearl grey satin strap. Its dial has a centre paved with diamond brilliants framed by a mother-of-pearl chapter ring and adorned with four fleurs-de-lys arranged from pear-shaped diamonds. Jam tangan ini membutuhkan waktu 424 jam untuk dikreasikan oleh para artisan di workshop Chopard. 

Jaeger Le-Coultre Reverso Tribute Enamel ‘Shahnameh’
Jaeger Le-Coultre menghidupkan kembali kisah epik dari puisi Persia “Shahnameh” dalam jam tangan Reverso Tribute Enamel ‘Shahnameh’. Keempat jam tangan dalam koleksi ini menggabungkan empat macam teknik tradisional — miniature enamel painting, paillonnage, grand feu enamel, dan guillochage — yang mendemonstrasikan keahlian in-house sang Maison di atelier Métiers Rares, Vallée de Joux. Membutuhkan waktu 100 jam untuk melukis masing-masing caseback dengan adegan dalam puisi, setiap dari variasi jam tangan ini hanya akan tersedia dalam 10 buah saja. These timepieces bring stories into full circle, as both the origins of miniature painting and the polo sport (the Reverso series was initially made for polo players) can be traced back to Persia.