Fashion in chaotic time.
Di pikiran Tory Burch, fashion bukan hanya soal estetika berpakaian tapi juga sebuah hal yang bisa instan menyegarkan pikiran. Ia berkata, “In a chaotic world, we thought about what ‘effortless’ means now. Clothing that frees up space in your mind.” Dari refleksi inilah ia berangkat untuk mengembangkan koleksi Spring/Summer 2024.
Beberapa kata kunci yang merangkum rancangan-rancangannya kali ini adalah modular tailoring, feather-weight materials, dan dynamic layers yang membentuk struktur dan volume tanpa berkesan bulky. Bentuk-bentuk yang baru diperkenalkan di antaranya adalah micro-mini goddess dress, sculptural blazer, dan tunik dengan plunging U-neck. “This collection is designed to be lived in, to move with you, and to instill a sense of lightness and optimism,” tambah Burch.
Siluet-siluet yang clean dan lebih minimalis pada koleksi ini diperkaya dengan ragam detail. Contohnya adalah silver bells yang menghias coat dan kaftan sehingga menimbulkan bunyi halus kala pemakainya bergerak. Ini adalah rujukan pada lonceng yang digunakan untuk meditasi; contoh lain dari buah kontemplasi akan penciptaan kedamaian di tengah hiruk-pikuk hidup.
Seperti sudah disinggung, bahan-bahan yang dipilih untuk koleksi ini bersifat ringan, seperti organza ringan, nylon taffeta, jersey, hingga stretch cape. Hampir setiap look tampil dalam palet monokrom perlambang ketenangan. Beberapa di antaranya adalah emerald, hitam, abu-abu, dan beige. Optic white, carnation, dan lemon adalah selingan yang membawa sentuhan energetic.
Melengkapi ready-to-wear disuguhkan tas Fleming yang jadi ikon sejak 2014 dan kini tampil sebagai minaudière. Sementara tas Deville yang jadi favorit dari koleksi Fall/Winter 2023 kembali dengan hardware dan surface yang baru. Ranah alas kaki didominasi oleh kreasi flats atau low-heels. Yang terbaru adalah ballet flat Violet T-strap yang terinspirasi sepatu anak-anak. Clear pump hadir dengan format transparan nan unik.
Show Tory Burch terselenggara di bagian baru dari American Museum of Natural History, yakni The Gilder Center for Science, Education, and Innvation. Perancangnya adalah Jeanne Gang dari Studio Gang yang dikenal mengambil pendekatan lingkungan atas desain-desainnya.