It means “Hours of Absence”.
Untuk sekian lamanya di benak banyak orang, nama Louis Vuitton diasosiasikan dengan koleksi tas dan leather goods. Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mode menjadikan wewangiannya sebagai talk of the town. Koleksi Les Parfums Louis Vuitton telah menjadi bukti kepiawaian maison tersebut dalam meracik parfum-parfum. Yang terbaru dari koleksi Les Parfums Louis Vuitton adalah Heures d’Absence.
Untuk parfum ke-11 dari seri Les Parfums Louis Vuitton, master perfumer dan fragrance creator Jacques Cavallier Belletrud menghadirkan sebuah wewangian dengan kesegaran jasmine sambac. Aroma tersebut dibalut oleh notes dari May roses dan jasmine yang diproses dengan teknologi ekstraksi CO2. Campuran lainnya adalah aroma bunga pittosporum dan sandalwood yang semakin memperkaya olfactory sensation dari parfum tersebut.
Nama Heures d’Absence diambil dari nama wewangian pertama dari Louis Vuitton yang dirilis pada tahun 1927. Nama itu sendiri berasal dari nama villa milik Georges Vuitton. Untuk edisi tahun 2020, Heures d’Absence yang dirilis pada 26 Februari lalu tersedia dalam Eau de Parfum 100ml, Eau de Parfum 200ml, dan ukuran travel pack.