Mulai 8 Maret hingga 9 September, Tate Modern menggelarkan The EY Exhibition: Picasso 1932 – Love, Fame, Tragedy, pameran solo Picasso yang berfokus pada karya-karya sang seniman tersohor di tahun 1932.
Pada masa itu, Picasso telah menjelma sebagai ikon dunia seni abad 20 dengan katalog berisi 16,000 karya dan pergelaran pameran restrospektif pertamanya. Di tahun 1932 sendiri, ia mengkreasikan lebih dari 100 karya seni, mulai dari lukisan, skulptur, hingga ink drawings. Sementara itu, di kehidupan pribadinya Picasso berusaha membagi waktu antara istrinya Olga dan anaknya Paolo, dengan kekasih sekaligus muse-nya, Marie-Thérèse Walter. Beberapa karya terbaik Picasso berasal dari masa-masa ini–his ‘year of wonders’, seperti Girl Before a Mirror, Nude in a Black Armchair, dan The Dream.

Achim Borchardt-Hume, Director of Exhibitions dari Tate Modern berkata: “Eksibisi ini mengundang Anda untuk mendekatkan diri dengan sang seniman, dari caranya berpikir dan bekerja, serta gejolak-gejolak di kehidupan pribadinya pada masa esensial kariernya.”