Paired with delicious pastry treat.
Teh dan sore adalah dua paduan pencipta enjoyment nan fulfilling untuk sebuah momen jeda yang begitu berharga di padatnya kehidupan modern. Menyeruput hangatnya teh kala petang ditemani beberapa jenis kudapan bisa mendatangkan sebuah suasana peaceful di dalam diri. Satu yang tak boleh salah tentunya adalah kualitas teh dan hidangan pendampingnya. Kolaborasi antara Raffles Jakarta dan Dilmah memastikan bahwa high quality afternoon tea yang akan Anda nikmati.
Untuk tehnya, seleksi yang diberikan adalah Teamaker’s Private Reserve. Lini premium dari Dilmah ini adalah buah karya dari Merrill J. Fernando sang pendiri label. Teamaker’s Private Reserve adalah koleksi fine and rare teas dengan spektrum rasa yang beragam dan kaya. Teh yang dihasilkan di Sri Lanka ini bisa Anda nikmati di Raffles Jakarta dengan padanan kreasi Pastry Chef Anom yang menggugah selera.
Selain ragam kudapan di rangkaian Florals Afternoon Tea, Chef Anom juga secara khusus meracik dua kreasi yang untuk dipadankan dengan teh Dilmah. Jivara Milk Chocolate Bar yang dikomposisi oleh Roasted Peanut Praline dan Mille Feuille hadir sebagai pasangan Dilmah Single Estate Earl Grey. Sementara Dilmah Mango Scented Doombagastalawa Estate disandingkan untuk Aromatic Citrus yang terdiri dari Graham Crackers dan Passionfruit Jelly berpadu Coulis juga Ivory Custard. Anda sudah bisa menikmati momen afternoon tea ala Raffles Jakarta dan Dilmah ini mulai bulan Agustus di The Writers Bar.
Dalam sebuah event khusus untuk memperkenalkan kolaborasi ini, CEO Dilhan Fernando secara langsung menyapa para tamu. Kami pun sempat berbagi tentang teh favorit bergenre melati kala ia tengah berkunjung dari meja ke meja. Mendengar pertanyaan kami tentang teh tersebut, secara komprehensif ia menjawab perihal serangkaian proses khusus untuk menciptakan jasmine tea yang kaya akan cita rasa. Secara umum, sebagaimana dijelaskannya di awal acara, semua teh Dilmah diproses dari daun-daun yang dipetik dengan tangan untuk hasil optimal.
Dalam lansekap industri teh, Dilmah punya cerita tersendiri. Dilhan yang adalah anak dari pendiri merk teh asal Sri Lanka itu bercerita tentang asal muasal brand yang berpengaruh pada value yang dipegang brand tersebut dalam berbisnis. Sejarah menunjukkan saat Sri Lanka berada di bawah jajahan Inggris, Ceylon tea dihasilkan melalui cara eksploitatif terhadap pekerja lokal. Hingga tahun 80’an teh Sri Lanka pun tetap dikuasai oleh traders yang memberi rate harga rendah pada produsen di negara itu. Bisnis Dilmah yang berjalan sejak tahun 1988 menjadi disruptor dari cara “bisnis kolonial” tersebut dengan menerapkan prinsip-prinsip lebih etis.