Suguhan Sunday Brunch Istimewa di Hermitage 1928

A series of palatable creations for your Sunday.

 

Selalu berkesan untuk duduk menyantap hidangan di 1928 Restaurant, The Hermitage. The heritage building and its classsiness exudes a poetic feeling; something you wouldn’t get from hotels in common.

Bayangkan sebuah Minggu santai nan cerah di mana Anda dan keluarga menikmati sajian dalam suasana tersebut. Good news: pengalaman kuliner Anda akan terelevasi dengan hadirnya program baru 1928 Sunday Brunch. Dicetuskan oleh Executive Chef Ferdinan Tobing, brunch experience Anda akan dimulai dengan Seafood Delight on Ice yang diikuti dengan all-you-can-eat starters selection.

We found it very appetizing to begin with different kinds of cold cuts and its sauces combined with a small plate of various sliced cheese. Sensasi kesegaran semakin kuat kala mengunyah udang dan kerang yang disiram dengan perasan lemon disertai seporsi kecil caesar salad berelemen parmigiano dari cheese wheel.

Menu savoury yang mempersiapkan lidah untuk main course adalah sepotong foie gras di atas brioche yang dinamis dengan sentuhan berry marmalade dan balsamico. Hadir pula bisque atau sup kental yang di dalamnya terdapat poached lobster, smoked ratatouille, serta pesto foam.

Brunch ini tersedia sejak pukul 11.30 dan sebaiknya Anda datang tepat waktu, langsung memulai rangkaian, dan tak berlama-lama di babak awal tadi. Hal ini dikarenakan ada seri 5-course degustation menu setelahnya. So keep in mind to also manage the compartment of your belly wisely.

Among those 5 creations, our favourite is the baked lobster. Disajikan masih dalam cangkanya namun isinya adalah daging lobster yang sudah diolah dan ditemani Hollandaise sauce. It’s just so delicious. Sajian laut lainnya yang datang adalah herb-crusted salmon dengan salmon roe dan tomato salad yang diikuti Javanese tamarind sorbet sebagai palate cleanser.

Berlanjut ke wagyu beef steak nan juicy berpelengkap mashed potato dan variasi jamur, racikan miso glazed chicken leg padu enoki tempura dan shirataki rice disuguhkan sebelum diakhiri dengan truffle risotto isi braised wagyu beef cheek nan amat lembut. Untuk menu penutup, ada beberapa jenis kue yang kami cicip, yakni cake rasa pisang cokelat dan nanas. Menu lain yang bisa Anda pilih – if you still have enough room – adalah freshly prepared pancakes, waffles, atau brioche French toast.

Sunday brunch ini berakhir di pukul 2.30 sore and for us there is always room of ice cream to conclude it all. Jika Anda ingin menikmati rangkaian ini dengan kreasi alkohol, bisa juga mengambil package yang disertai tambahan harga minuman; it’s unlimited by the way. Overall this brunch felt special and you wold leave the restaurant with full of satisfaction.

Selain 1928 Sunday Brunch, The Hermitage juga memiliki program 1928 Makan Tengah yang terinspirasi budaya keluarga Indonesia. Lunch package ini diisi oleh ragam makanan Nusantara seperti soto tangkar, gado-gado, sate ayam, empal bakar, pindang bandeng, nasi tutug, es teler dan sebagainya. Program 1928 Makan Tengah tersedia pada hari Senin-Jumat pukul 11.30 pagi hingga 2.30 sore.