Inspired by Emilie Flöge and Adele Bloch-Bauer of Gustav Klimt’s paintings.
Beberapa waktu lalu, Sebastian Gunawan Signature meluncurkan koleksi 2022/2023 melalui sebuah perhelatan fashion show. Dua nama yang memainkan peran sentral dalam rangkaian karya duo Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese ini adalah Emilie Flöge dan Adele Bloch-Bauer, yang terhubung melalui sosok seniman Gustav Klimt (inspirasi kultur Eropa memang lumrah ditemui pada koleksi-koleksi desainer yang akrab disapa Seba itu). Untuk bisa mendapat sudut pandang lebih utuh dalam mengapresiasi koleksi terbaru ini, konteks historis dari inspirasinya patut ditelusuri. This brings us back to the end of 19th century in Austria.
Ketika gerakan seni Vienna Secession muncul di abad ke-19, Austria kala itu berada di fase sangat konservatif. Dunia seni diisi oleh nilai-nilai tradisional yang restriktif, sementara realita sosial pun penuh kekangan dampak warisan moral era Victorian. Oleh karenanya, estetika bernapas erotisme dan sensualitas menjadi pilihan natural bagi art movement tersebut; suatu hal yang menyimbolkan pemberontakan demi kebebasan. Sebagai contoh, Gustav Klimt yang adalah salah satu tokoh kunci art nouveau di Austria itu kerap menampilkan lukisan perempuan dengan memperlihatkan bagian tubuh yang dianggap tabu (beberapa karyanya bahkan mengundang kontroversi sampai dianggap sebagai pornografi).
Perjuangan akan kebebasan ini juga meresonansi dalam sosok Emilie Flöge yang kemudian menjadi kekasih hidup Klimt tanpa ikatan pernikahan. Flöge adalah seorang fashion designer yang terinspirasi oleh perjuangan para feminis. Bahkan sebelum Gabrielle Chanel menerjemahkan ide freedom ke dalam bentuk rancangan celana bagi perempuan, Flöge telah bergerak beberapa tahun lebih awal dalam mendobrak fashion code masa itu melalui karya bergaya empire waist tanpa korset nan nyaman karena lebih loose dan tubuh bisa bergerak leluasa. Baik di kepala Klimt maupun Flöge, perempuan ditampilkan sebagai sosok yang bebas berekspresi, lepas dari kekangan-kekangan.
Spirit itu yang terlihat menjadi jiwa dasar koleksi Sebastian Gunawan Signature 2022/2023. Rangkaian kreasi terbaru Seba membawa ide perempuan Klimt dan Flöge yang punya kebebasan berekspresi ke latar kontemporer. Gaya rancangan-rancangannya tidak terpaku pada sisi sensual ala lukisan Klimt ataupun loose layaknya busana karya Flöge. The collection offers both and combine both; providing range of choices for women that know that they have the right to choose on how they express themselves, about what they want to wear. Anda bisa menemukan potongan longgar, siluet yang membentuk tubuh, ekspos permukaan kulit, atau paduan desain yang oversized dengan bahan transparan.
Pada beberapa karya dapat terlihat rujukan jelas akan gaya berpakaian Flöge di sebuah potret tahun 1909 dengan kreasi lengan bertumpuk atau permainan aksen tumpuk di bagian lainnya. Selebihnya adalah sentuhan garis-garis khas Seba yang dikemas lebih sleek. It caters to younger demography of Seba’s clientele – or also those that are young at heart. The glam women of Seba have now entered the contemporary realm without losing the designer’s spirit of femininity. Sebagiannya tampil lebih teatrikal dengan lengan-lengan besar, bahu tajam, ataupun formula asimetris. Berbeda dengan garmen-garmen yang didesain Klimt untuk karya busana Flöge (keduanya adalah partner bisnis mode dengan klien-klien upper class) yang kaya corak dan warna sebagaimana terlihat pada lukisan-lukisannya, koleksi Seba hadir dengan palet cenderung monokromatik yang relevan dengan atmosfer masyarakat modern.
Sisi opulence koleksi ini begitu terasa pada pieces penuh kilau. Kali ini nama Adele Bloch-Bauer punya andil signifikan. Adele adalah sosok dalam karya Klimt yang menandai golden phase dari sang seniman. Pada fase tersebut, lukisan-lukisan Klimt banyak mengikutsertakan gold leaf. “Potrait of Adele Blich-Bauer I” atau juga dikenal sebagai “The Lady in Gold” adalah lukisan yang kuat merepresentasikan fase tersebut. Pada koleksi terbaru Seba, inspirasi tersebut tak hanya diterjemahkan secara literal melalui penggunaan warna emas tapi juga di-twist dengan menghadirkan kerlip warna-warna lain. The sparkling creations utilizing multi-colour palette are just fascinating.
To the entire range, craftsmanship in the forms of feathers, beads, sequins, and other embroideries signifies the brand’s consistency in high dress-making. Hal ini tentu menjadi salah satu hal yang berkontribusi pada kesuksesan label Sebastian Gunawan. However surely there are more things that contribute to his longevity in the industry; successfully maintaining a range of lines, from made-to-order, ready-to-wear with several stores in high-end shopping center, and also bridal. Akan hal ini, ada banyak hal yang tentunya diharapkan bisa dibagikan Seba – and other few names that reach similar level of success – untuk kemjuan mode tanah air.