Rolls-Royce Droptail, Coachbuild Terbaru Terinspirasi Mawar

La Rose Noire.

Sebuah hasil coachbuild terbaru dari Rolls-Royce tampil menawan dan bernuansa romansa. La Rose Noire adalah yang pertama dari Rolls-Royce Droptail. Patron dari mobil ini mengawinkan inspirasi cinta dengan keanggunan misterius dari mawar Black Baccara yang berasal dari Prancis.

Bunga yang visualnya velvety itu punya keunikan dalam hal warna. Kelopak-kelopaknya hampir menyerupai hitam namun kala diterpa sinar dan dilihat dari angle berbeda, palet merah di permukaanya akan terungkap. Dua shades tersebut yang diaplikasikan pada elemen-elemen La Rose Noire. Red shade yang pertama dinamakan “True Love”, sementara yang ke dua “Mystery”.

Warna True Love ini yang membalut ekterior mobil. Sebagai mana mawar Black Baccara, merah mobil ini pun bisa tampak berbeda kala dilihat dari sudut-sudut berbeda. Untuk mencapai hal tersebut, warna rahasia yang ada di base coat dilapis dengan 5 lapisan clear lacquer yang masing-masingnya dicampur dengan warna merah dengan tone berbeda-beda.

Mobil dengan removable hard top ini – sehingga bisa tampil dalam 2 gaya berbeda – hadir dengan sebuah ingot yang menyertakan nama “La Rose Noire”. Hal ini pertama kalinya terjadi di sejarah Rolls-Royce. Rooftop mobil memiliki area electrochromic glass yang akan berubah jadi transparan hanya dengan sentuhan sebuah tombol.

Pada interior mobil, craftsmanship Rolls-Royce mewujud salah satunya pada sebuah parquetry yang butuh waktu hampir 2 tahun untuk membuatnya – dan merupakan yang terumit di sejarah marque tersebut. Kriya yang adalah ekspresi abstrak atas kelopak mawar yang berguguran itu dibuat dari 1.603 potongan black wood veneer triangles.

Sebanyak 533 dari potongan kayu itu berwarna merah dan disusun secara asimetris dengan tangan. Kayu yang digunakan adalah Black Sycamore dari Prancis sebagaimana asal dari mawar Black Baccara. Agar warna merahnya tak cepat pudar, artisan Rolls-Royce menghabiskan waktu setahun untuk mengembangkan formula lacquer baru yang bisa membawa hasil optimal.

Perakitan potongan-potongan kayu  tersebut membutuhkan konsentrasi besar. Tiap craftsperson yang terlibat dibatasi untuk mengerjakannya selama 5 jam per hari agar fokusnya tetap terjaga. Kondisi kerja pun dibuat begitu sunyi dalam ruang khusus agar tak terdistraksi oleh hal-hal lain. Secara keseluruhan, proses pengerjaan kriya tersebut memakan waktu lebih dari 9 bulan.

Fascia mobil ini menghadirkan timepiece Audemars Piguet yang khusus dirancang untuk sang patron. Royal Oak Concept Split-Seconds Chronograph GMT Large Date tersebut hadir dengan ukuran 43 mm dan digerakkan oleh self-winding Calibre 4407. Dengan dial berdesain openworked, jam tangan itu hadir berwarna senada dengan keseluruhan unit mobil. Tak hanya merupakan bagian dari dekorasi fascia, jam tangan itu juga bisa dilepas dan dikenakan di pergelangan tangan.

Sebagai bentuk perayaan atas dibuatnya Rolls-Royce La Rose Noire Droptail, sang pemilik khusus memesan Champagne de Lossy vintage yang langka dari produsen anggur berusia 160 tahun itu. Untuk minuman istimewa itu dihadirkanlah Rolls-Royce Champagne Chest dengan warna senada. Hanya dengan menyentuh sebuah tombol, Champagne Chest terbuka yang didalamnya terdapat champagne set mencakup crystal champagne flute.

Champagne, Rose, Love, Rolls-Royce.
Perfection.