A tale of two pink whales.
Pada kepercayaan Hindu Dharma Bali, terdapat konsep dewa penguasa di setiap penjuru mata angin atau yang disebut Dewata Nawa Sanga. Salah satu dari dewa penguasa tersebut adalah Maheswara, penguasa arah mata angin tenggara yang menjaga keseimbangan natural spiritual berorientasi kepada gunung dan lautan. Sang dewa direpresentasikan oleh warna merah muda.
Pameran seni bertajuk “Widya Segara” di Locca Sea House, Jimbaran Bali, menampilkan instalasi dua paus raksasa berwarna merah muda karya seniman Bandung Arkiv Vilmansa. Paus pertama yang jantan dinamai Ragga dengan ukuran panjang 30 meter, lebar 12 meter, dan tinggi 9 meter. Sementara yang betina adalah Runna dengan ukuran lebih kecil. Pameran ini merupakan refleksi sang seniman akan kerentanan ekosistem laut sekaligus sebagai pengingat akan pentingnya kelestarian ekosistem lautan. Terlebih di Bali sendiri, peristiwa ikan paus mati terdampar di area pesisir perairan dalam beberapa tahun terakhir merupakan hal memilukan.
Mengadakan pameran bertemakan biosfer laut menjadi hal baru bagi seniman pop art dengan portofolio art toys hingga paintings ini. Ia menuturkan bahwa gagasan tersebut berkaitan dengan trauma masa kecil akibat disengat ubur-ubur di laut. Kemudian, oleh sang ayah ia kerap diperkenalkan kepada makhluk hidup di air. Seiring waktu berjalan, trauma itu berubah menjadi sebuah kecintaan yang mendasari penciptaan instalasi raksasa ini.
Bersama Ragga dan Runna, hadir pula Domma, sebuah instalasi figur mitos yang ditempatkan membelakangi laut sebagai ajakan untuk merenungkan keseimbangan yang rapuh antara manusia dan alam. Galeri Zen1 selaku penyelenggara juga memamerkan beragam lukisan karya 17 seniman kontemporer asal Bali. Mereka adalah Teja Astawa, Ida Bagus Purwa, Made Bayak, Suarnata, Satya Cipta, Nyoman Sani, Made Wianta, Kun Adnyana, Kenyem, Made Wiradana, Apel Hendrawan, NPAAW, Kencut, Dully, Bayu Pramana, dan Putu Winata.
Nicolaus Kuswanto pendiri Galeri Zen1 mengungkap bahwa ada rencana untuk Ragga dan Runna ditampilkan di Monumen Nasional Jakarta setelah pameran ini rampung. Pameran Widya Segara sendiri berlangsung hingga 11 Januari 2025.