Perayaan 40 Tahun Cle de Peau Beauté dalam Koleksi Bertema Konstelasi

In collaboration with Elie Top. 

 

Merayakan 40 tahun kehadirannya sejak 1982, Cle de Peau Beauté merilis Radiant Sky Collection sebagai koleksi Holiday Autumn/Winter 2022. Untuk koleksi ini, beauty brand asal Jepang tersebut bekerjasama dengan jeweler asal Prancis, Elie Top untuk kemasannya.

Sesuai namanya, Radiant Sky Collection dirancang dengan konstelasi bintang-bintang angkasa sebagai inspirasinya. Terdiri dari  La Crème, Lipstick, The Luminizing Face Enhancer, Eye Color Quad, Translucent Loose Powder, The Serum, Cleansing Trio and Lipstick Mini Set, koleksi ini terdiri dari produk-produk yang memberikan kilauan indah.

Setiap produknya dikemas dalam kemasan dengan ilustrasi langit malam berhias konstelasi bintang yang dilukis tangan oleh Elie Top. Top merupakan sosok kreatif senior yang memulai karirnya di usia 20 tahun di label Yves Saint Laurent. Saat rumah mode itu dipimpin oleh Alber Elbaz, ia dipercaya untuk mendesain koleksi perhiasan prestisius YSL. Setelahnya tentu saja adalah kolaborasi dengan Lanvin kala Elbaz pindah ke brand tersebut hingga akhirnya pada tahun 2015 ia mendirikan label perhiasannya sendiri.

Ilustrasi Top untuk kemasan koleksi terbatas Cle de Peau Beauté ini juga merefleksikan keindahan looks yang dikreasikan dari produk-produk terbaru di dalamnya. Dengan warna-warna Radiant Sky Collection, Cle de Peau Beauté Global Color Director, Benjamin Puckey, mengkreasikan empat look bertema langit dari empat musim.

Look Spring Constellation layaknya musim semi yang kerap dikaitkan dengan awal baru. Look ini memiliki tampilan yang segar, manis, dan romantis dengan rona-rona merah muda. Summer Constellation terinspirasi dari konstelasi Cygnus dan legenda dewa dan dewi Yunani di baliknya. Look ini bermain dengan tampilan seductive elegant dengan kombinasi glam eyes dengan warna bibir yang gelap.

Sementara itu, look Fall Constellation mengkombinasikan beberapa warna lipstik untuk warna yang baru dan unik. “I wanted to create a look that stands for self expression and trying new ideas.” ujar Puckey mengenai tampilan itu. Yang terakhir Winter Constellation terinspirasi dongeng Orion. Menurut legenda, dewi bulan Artemis mengubah pemburu bernama Orion menjadi sebuah konstelasi, dan konstelasi tersebut menjadi bintang paling terang di langit. Dari sanalah ide untuk tampilan Fall Constellation tercipta.