A farm-to-closet journey.
Brand mode tanah air SukkhaCitta menghelat sebuah pameran berjudul “Kapas” untuk memperlihatkan perjalanan proses pembuatan karya-karyanya. Digelar di Ashta District 8 hingga 15 Mei 2022, Kapas menceritakan pengolahan material kapas mulai dari penanamannya menggunakan metode lokal Tumpang Sari.
Cara bercocok tanam yang mengkombinasikan ragam tumbuhan dalam satu lahan dan satu periode ini merupakan satu kearifan lokal dalam hal pelestarian alam. Melalui cara itu, bukan cuma hasil tanam yang menjadi fokus, melainkan keseimbangan tanah dan lingkungan secara keseluruhan. Petani kecil Indonesia telah mempraktikan pertanian regeneratif atau Tumpang Sari selama beberapa generasi – sebelum perusahaan modern meyakinkan mereka untuk melakukan yang sebaliknya.
Bersama dengan SukkhaCitta, saat ini mereka kembali menelusuri jejak nenek moyang mereka. Mulai dari dari penerapan agroforestry tradisional hingga rempah-rempah digunakan sebagai pestisida alami. Tumpang Sari secara alami menyeimbangkan siklus karbon antara tanah dan atmosfer. Dengan menanam berbagai jenis tanaman, menggunakan pupuk kompos dan menghindari menggali tanah yang dalam, cara ini mengembalikan kemampuan tanah menyerap air dan menyimpan karbon.
Label SukkhaCitta sendiri berawal dari tahun 2016 dengan misi memberdayakan para ibu di desa sambil merawat Alam. SukkhaCitta ingin membangun dunia yang lebih inklusif dengan merubah bagaimana pakaian dibuat dan dipakai. Brand ini berupaya mewujudkan akses pasar yang adil, serta meningkatkan penghasilan dari pengrajin dan petani kecil binaan. Selain itu, juga dilakukan pelatihan pewarnaan alam dan daur ulang. Hampir seribu lima ratus ibu telah menerima manfaat dari cara SukkhaCitta menjalankan bisnisnya. Seluas 20 hektar tanah gersang berhasil diregenerasi melalui program penghijauan dan penanaman hutan serta pertanian regeneratif.