They inspire each other.
Inspirasi tenis telah menjadi mainstay dari tren musim panas tahun ini di dunia fashion. Nuansa yang chic dan sporty dengan sentuhan preppy menjadikan tennis outfit sebagai sebuah timeless allure yang kini banyak diolah kembali. Those looks don’t just look pretty at the tennis court, but also for the office and for the weekend meetups.
Untuk Anda yang ingin membangun tennis-inspired outfits, carilah elemen-elemen ini: kemeja polo, rok mini, celana pendek, shift dress, comfy jacket, dan topi visor. Of course, we must not also forget the tennis shoes. Sepatu tenis putih dengan tampilannya yang clean membuatnya sebuah favorit untuk dipasangkan dengan jeans ataupun feminine dresses. Salah satu figur fashion yang menggemari sepatu tenis adalah Phoebe Philo. Ia bahkan mempopulerkan kembali sepatu tenis Adidas Stan Smith putih setelah sering terlihat mengenakannya saat menyambut penonton di akhir fashion show Celine.

Dalam sejarah, busana tenis kerap merefleksikan tren fashion yang ada di era tersebut. Ketika tenis mulai populer di era Victoria di Inggris, para perempuan bermain di lapangan dengan gaun berkerah tinggi dengan puffy sleeves. Warna putih yang dianggap sebagai simbol status pelan-pelan menjadi dress code, dan dari sinilah warna tersebut mulai diasosiasikan dengan olahraga tenis. Kemudian, pada tahun 1920’an, petenis Suzanne Lengen bermain di pertandingan Wimbledon sambil mengenakan atasan lengan pendek dan rok selutut karya desainer Jean Patou, dilengkapi bandana ala flapper. Tampilan tersebut telah memulai tren-tren baru dalam busana tenis.
Pada tahun 1933, petenis René Lacoste mengkreasikan kemeja polo yang lightweight dan breathable, kemudian menjualnya dengan logo buaya (‘The Crocodile’ adalah panggilan untuknya) di bawah merek Lacoste. Di tahun 1950’an, pakaian tenis untuk perempuan mulai menginkorporasikan pleated skirt dan cardigan. Pada tahun 1952 juga, petenis Fred Perry meluncurkan brand-nya sendiri yang makin mempopulerkan kemeja polo untuk digunakan tidak hanya di lapangan tenis saja, tapi juga untuk pakaian sehari-hari.

Di tahun 2000’an, banyak petenis menggunakan lapangan pertandingan sebagai ajang fashion statement. Maria Sharapova kerap menambahkan perhiasan Swarovski di pakaiannya saat bertanding, dan Serena serta Venus Williams menunjukkan pakaian yang bold di lapangan. Ketika ia memenangkan pertandingan Wimbledon di tahun 2016, Serena Williams mengenakan sebuah high-neck dress berwarna putih dengan rok pleated, sebuah tampilan yang simple namun chic yang juga dapat menjadi inspirasi tampilan sehari-hari.
Particularly in this season, many fashion brands are citing inspirations from tennis. Beberapa di antaranya adalah Chanel, Dior, Michael Kors, dan Kate Spade. Hubungan antara tenis dengan fashion berjalan dua arah: tenis menginspirasi fashion, dan fashion juga menginspirasi para petenis untuk style statement yang ingin mereka ekspresikan di lapangan. As history shows, the relationship between the two is always a delight to watch.