Loewe Men’s Spring/Summer 2023, Kontemplasi Relasi Manusia dan Alam

Back to nature fashionably.

 

Let’s get straight to the main attraction. Hijau tetumbuhan yang hidup di media kain pada show Loewe Men’s Spring/Summer 2023 sontak “mengusik” sense of familiarity banyak orang akan konsep lazim sebuah pakaian (fyi: butuh sekitar 20 hari untuk menumbuhkannya lewat polytunnel yang didesain khusus). Mungkin ini memang terkait dengan isu kenyamanan ataupun praktikalitas dalam berpakaian di era modern dengan segala kesibukannya. Nevertheless this might also be related with something more substantial; about how far we have distanced our self (read: humankind) from nature.

Kembali ke era sangat lampau, manusia mengambil dedaunan sebagai penutup tubuh – selain juga kulit-kulit hewan. It means, we would not be too surprised on Jonathan Anderson’s decision to let some greens live on the pieces if only we had been able to harmoniously maintain our closeness to the nature. Indeed we’ve always been a part of it. Daya pikir manusia yang tersalurkan dalam sebagian bentuk interpretasi teks spiritual hingga konsep filsafat lah yang telah menarik garis pemisah antara manusia dan alam. Entah itu perspektif religius bahwa kita berbeda dengan alam karena merupakan citra sang pencipta, atau pemahaman filosofis tentang manusia sebagai makhluk rasional yang menempatkannya superior dari alam telah menggiring kita untuk mengambil jarak yang terus menjauh dari alam.

Kini ketika peculiar proposal yang diajukan Anderson lewat kreasi-kreasi sartorial koleksi Loewe ini tampil, maknanya perlu dilihat bukan hanya seputar peleburan antara yang organic dan yang fabricated – sebagaimana dipaparkan pada penjelasan tertulis mengenai koleksi ini – dalam konteks cara menghadapi isu lingkungan sebagai bentuk survival manusia. Akan tetapi lebih jauh lagi bahwa upaya pencarian solusi untuk kepetingan survival tersebut juga sekaligus menghantarkan kembali pada pemahaman akan manusia yang adalah bagian dari alam itu sendiri, dengan harapan agar perkembangan peradaban selanjutnya difabrikasi di atas landasan tersebut sehingga kehidupan manusia bersama elemen-elemen alam lainnya terjalin lebih mutual dan harmonis.

So this is what makes Jonathan Anderson a special creative person. Ia bukan hanya mengkreasikan karya visual nan surprising, tapi juga di dalamnya menyuguhkan imajinasi konseptual akan sebuah hal esensial dalam berkehidupan yang berhasil menyulut kontemplasi dalam. Apakah nantinya di masa depan nanti fashion items Anda akan ditumbuhi dengan tanaman-tanaman sebagaimana yang dibuat Anderson dengan kolaborasi bersama Paula Ulargui Escalona? Wish we’ll have some designer pieces (preferably Jonathan Anderson’s for Loewe) with beautiful pink roses “organically embroidered” (means grow) on a white trousers spreading flowery scent naturally. When that happens, the entire earth might has already become Eden 2.0.