Feminisme Max Mara Resort 2023 dalam Semangat Romantisme

Inspired by a Portugal’s feminist and local traditions.

 

Bertempat di taman dari Calouste Gulbenkian Foundation di Lisbon, Portugal, show koleksi Max Mara yang berlangsung beberapa waktu lalu terinspirasi salah satunya oleh sosok penulis, penyair, aktivis politik, dan feminis abad ke-20 Natália Correia. Aspek yang dilihat Griffith darinya adalah bagaimana tokoh women empowerment ini mengangkat sensualitas perempuan sebagai bentuk perlawanan atas gerakan feminisme di sana kala itu yang cenderung politically correct.

Hal tersebut ditranslasi Griffith ke dalam berbagai kreasi yang diolah dalam rujukan sensualitas dalam konteks jiwa Max Mara. Contohnya adalah sheath dress di bawah lutut yang bernuansa sultry dan kemudian dibalut oleh trademark coats Max Mara, sebagaimana juga untuk gaun-gaun lainnya. The keyword is voluptuous and curvy silhouette. Terjemahan konsep sensual ini selanjutnya dikawinkan dengan unsur-unsur tradisi Portugis. Dalam koleksi ini, penekanannya adalah pada elemen romantisme budaya negri itu.

Elemen-elemen tersebut adalah fado yang adalah genre musik lokal nan melakonlis, serta lenços de namorados yang merupakan sapu tangan berhias simbol-simbol cinta hasil sulaman tangan. Print maupun bros bentuk hati, bunga, dan burung merpati layaknya love embroidery ala lenços de namorados mempermanis pieces di koleksi Max Mara Resort 2023. Dalam koleksi ini juga terdapat t-shirts berdekorasi love lines yang juga dibuat atas inspirasi lenços de namorados dan dengan menggandeng local artisans.