The way Kim Jones plays with Dior and Grant.
Yang hebat dari sebuah imajinasi adalah dengannya kita bisa melepas elemen-elemen berbagai objek inspirasi kemudian menyusun ulang, mengkombinasikannya, dan menambahkannya dengan ekspresi pribadi hingga menjadi sebuah konsep kreatif baru. Ini yang tampaknya dilakukan Kim Jones untuk koleksi Dior Men’s Spring/Summer 2023.
Dua sosok kreatif dari zaman yang berbeda dirujuk sang creative director untuk menyusun koleksi kali ini. Upayanya memadukan kedua inspirasi itu terlihat baik pada set design maupun pieces yang ditampilkan. Secara tata panggung hadir dua bangunan rumah yang menandai referensinya akan tempat tinggal Christian Dior semasa kecil di Granville, dan Charleston di Sussex yang adalah farmhouse tempat berkumpulnya pelukis Duncan Grant dan teman-teman Bloomsbury Group.

Suasana atmosfer runway penuh bunga beserta nuansa koleksi yang dipenuhi warna pastel terasa sebagai peleburan dari berbagai aspek dari Dior dan Grant. Kreasi-kreasi tailoring pada koleksi ini bagai interpretasi kontemporer dari cara Grant berpakaian. Moreover as much as the post-impressionist artist charmed people around him, these Dior pieces spread similar allure.
Pada latar yang tampak seperti lukisan, busana-busana koleksi ini tampil dalam warna-warna yang mengindikasikan joyful mood – sebagian juga dengan print karya Grant. Ini adalah karakter khas Monsieur Dior yang ia tanamkan sejak koleksinya muncul setelah berakhirnya Perang Dunia II. Secara lebih teknis, Cannage yang adalah salah satu house codes label ini diolah sebagai quilting pada coats, sementara bar jacket dikreasikan dari bahan silk organza semi-transparan yang menunjukkan craftsmanship rumah mode ini.