For a backstage ready look.
Ketika Christian Dior menyuguhkan koleksinya yang didaulat sebagai New Look, ia bukan hanya membawa kesegaran visual untuk dunia mode yang selama masa perang begitu restricted. Lewat debutnya, Monsieur Dior menyalurkan ekspresi joie de vivre. Ever since its creation, Maison Dior has embraced the art of expressing what’s within.
Hal itu juga yang tercermin saat Peter Philips bicara tentang peran makeup. “It enhances your natural beauty,” ungkap sang Creative and Image Director of Dior Makeup kepada The Editors Club dalam menyambut kehadiran produk-produk baru Dior Beauty. Di dunia yang kini penuh gempuran akan gambaran ideal – termasuk perihal kecantikan – yang dibagikan via media sosial, Philips justru menekankan aspek personality alih-alih perfect image.
Kreasi terbaru yang diluncurkannya termasuk ke dalam keluarga Dior Backstage; sebuah lini yang lahir pada tahun 2018. Relasi erat antara kosmetika Dior dan unit modenya memang terbentuk sedari awal. Perona bibir Rouge Dior, karya makeup pertama rumah mode ini di tahun 1953, merefleksikan kekayaan warna dari kain-kain yang digunakan oleh the House’s founder. Sementara itu, Dior Backstage – sebagaimana tercermin dari namanya – mengusung hasil profesional ala runway, namun dalam konsep easy-to-wear guna memenuhi aspirasi kaum muda-mudi.

Salah satu produk terbaru dari Dior Backstage ialah Rosy Glow Stick. Stick-blush ini memberi tampilan unik di tiap individu karena kemampuannya bereaksi dengan Ph kulit. Masing-masing shade dari stick-blush ini akan menghasilkan tampilan dewy glow dengan nuansa dasar cool pink atau warm coral. Lewat pengaplikasian produk ini, tulang pipi akan memantulkan Cahaya sehingga wajah tampak lebih plumping. Memiliki formulasi creamy, Rosy Glow Stick akan melting di kulit sehingga mudah untuk dibaurkan dengan ujung jari. Tidak lengket maupun oily, formula stick-blush ini diperkaya dengan cherry oil agar kulit turut terhidrasi.
Beberapa warna baru dari Rosy Glow Stick adalah 063 Pink Lilac dengan hint lavender, 077 Candy golden shimmer pink, dan 103 Toffee nuansa pearly nude. The palette sure includes the iconic 001 Pink. Untuk blush Rosy Glow konvensional, formulasi baru dihadirkan untuk efek yang lebih kuat, namun tetap dengan tekstur yang ringan, lembut dan mudah dibaurkan sehingga terasa layaknya second skin. Dari cool pink hingga shimmery nude, bright cherry, dan deep plum, Rosy Glow versi terbaru ini terdiri dari 7 shades untuk semua skin tones yang bisa dikombinasikan dengan pemakaian Rosy Glow Stick.
Melengkapi Rosy Glow Stick dan Rosy Glow, Dior tahun ini mengekspansi produk rias bibir dengan Dior Addict Lip Glow Butter. Dengan tekstur buttery, kreasi berspirit Dior Addict ini akan menghasilkan glossy shine saat disapukan ke permukaan bibir. Disertai kandungan peptide dan ceramide, produk yang terdiri dari 5 pilihan warna ini akan menjaga skin barrier serta kolagen untuk bibir yang terhidrasi dengan plump-looking. Saat malam, aplikasikan Lip Glow Butter sebagai soothing lip mask.

Didesain dengan konsep backstage di mana tampilan profesional diraih dalam kurun waktu sangat terbatas, keseluruhan produk baru nan esensial tersebut dikemas dengan sematan identitas brand yang kuat dalam rupa Dior Oblique sebagai elemen dekoratif. Dalam sesi wawancara, Peter Philips menyebut bahwa kesemua rangkaian baru ini dapat difungsikan sebagai base untuk dipadu bersama lini Dior Beauty lain.
Dari perspektifnya, generasi muda yang menjadi sasaran Dior Backstage sudah kaya akan referensi dan pengetahuan sehingga koleksi makeup yang tepat untuk mereka harus mampu memfasilitasi kesenangan dalam merias wajah. “The new audience grow up with tutorials since child and this line is not about dictating, but to show our expertise and how fun makeup can be,” pungkas Peter Philips.