Shine the light, shine the love.
Debut Pharrell Williams sebagai Men’s Creative Director dari Louis Vuitton merupakan salah satu hal yang paling diantisipasi di fashion week kali ini. Ia sudah mengukir namanya di industri musik dan industri seni. Apakah industri mode akan ia taklukkan juga? Pharrell tidak seperti creative director lainnya yang belajar di fashion school atau memegang Louis Vuitton setelah berkarya di rumah mode lain. Some may see that as a limitation, but we see that as an advantage. Justru karena background itulah ia dapat memberikan kesegaran tersendiri.
Presentasi koleksi menswear untuk Spring/Summer 2024 digelar di Pont Neuf, jembatan tertua di Paris. Dengan studio Louis Vuitton di sampingnya, jembatan ini bagai “penyambung” antara Paris dengan Virginia, negara bagian di mana Pharrell berasal. Show ini dibuka dengan sebuah film pendek berjudul ‘Pupil King’ yang dibintangi oleh komedian Jerrod Carmichael dan seniman Henry Taylor. Duduk di samping Sungai Seine, mereka berbincang-bincang tentang cinta, kesempatan, penguatan, passion, dan kondisi manusia – elemen-elemen yang mendasari konsep kreasi-kreasi Pharrell di sini.
What will you do when the sun shines on you? Matahari yang bersinar, memberikan, dan memandu menjadi tema yang dieksplorasi oleh Pharrell dalam koleksi ini. Sang surya direpresentasikan dalam warna kuning dan kehangatan yang melingkupi kreasi-kreasinya. At times dandy and at times sporty, but always versatile, wearable, and contemporary.
Pharrell menghadirkan kode-kode desain Louis Vuitton dalam beragam interpretasi baru. Motif Damier dipertemukan dengan motif camouflage menjadi Damoflage dan menjadi bentuk 8-bit dalam motif Atari Damier. Monogram LV ditransformasi menjadi LVERS yang terinspirasi dari slogan ‘Virginia is for lovers’. Sebuah tas Alma datang dengan embroidery dari karya seni kreasi Henry Taylor.