Co-existence of technology and tradition.
Sebuah narasi puisi dari sebuah AI dan model-model dalam topeng full-face hitam membuka presentasi koleksi Balenciaga Couture Fall 2022. Kreasi-kreasi futuristic couture Demna Gvasalia pun turun ke runway, dan pada bagian ke dua dari show ini, topeng-topeng tersebut berganti dengan visible faces – beberapa darinya adalah Nicole Kidman, Naomi Campbell, Kim Kardashian, dan Dua Lipa. Koleksi ini merupakan koleksi Couture ke-2 dari Gvasalia untuk Balenciaga, dan koleksi Couture ke-51 dari sang rumah mode. “This year I decided that I needed to put more of myself into it, and kind of find a new future, you know?” ujar Gvasalia dalam sebuah wawancara.
Following his first couture presentation last season, we had a gist that Gvasalia’s Balenciaga Couture will have his own futuristic spin into the house’s technical craftsmanship, and this collection is a continuation of that universe. Teknologi mutakhir bertemu dengan teknik couture tradisional. Contohnya, penggunaan bahan Neopropene dari Japanese-based limestone yang dilihat Gvasalia sebagai versi modern kain Gazar (sebuah bahan yang diciptakan khusus untuk Cristóbal Balenciaga di era 60’an).
Face shields yang dikenakan para model di pembuka acara ini dibuat dari coated polyurethane yang dikembangkan oleh Mercedes-AMG F1 Applied Science untuk teknologi aerospace dan motorsport. 3D-printed padding, faux fur yang dikreasikan melalui high-definition photography mapping, dan t-shirt yang dirangkai dengan aluminium menjadi testamen dari integrasi inovasi dalam koleksi ini.
Pada sisi lain, kepiawaian couture dari Balenciaga bersinar di leopard coat yang dikreasikan dengan hand-tufted thread sepanjang 150 km, korset yang ditransformasi untuk menswear, gaun crystal-beaded, dan kain tweed dengan efek trompe l’oeil. Sebuah wedding gown dari tulle sepanjang 250 meter dikreasikan dengan 25 jenis paillettes dan beads. Proses embroidery sebanyak 7.500 jam dibutuhkan untuk merangkai 70.000 kristal, 80.000 helaian perak, dan 200.000 sequins pada gaun tersebut.
In Gvasalia’s universe, innovation and tradition co-exist together. Tak hanya itu, ia juga mengintegrasikan materi upcycled di koleksi couture ini. If his vision of future couture consists of creations created from a combination of technology, traditional techniques, and sustainable practices, then we’ll be happy to enter that universe.