A sparkling voyage through space and time.
Koleksi high jewellery “Deep Time” dari Louis Vuitton memasuki bab keduanya dengan 50 kreasi one-of-a-kind yang diinterpretasi dalam 10 tema menggunakan permata-permata indah. Dengan kekayaan geologi sebagai titik awalnya, koleksi ini mengeksplorasi waktu dan angkasa dari perjalanan desain sang Maison. “With this second Chapter of Deep Time, we continue the story of this most beautiful, poetic collection that symbolises a vast and incredible storyline,” ujar Francesca Amfitheatrof, Artistic Director for Watches and Jewelry.
Kisah Deep Time Chapter II bermula di waktu planet bumi memiliki dua super-benua, Gondwana dan Laurasia. “Laurasia” menjadi tema pertama dari koleksi perhiasan ini. Di bawah tema tersebut, yellow diamond is the key stone, beserta perpaduan logam yang merupakan salah satu signature dari Amfitheatrof. Termasuk dalam tema “Laurasia” adalah sebuah seven-row necklace dengan signature V motif dari sang Maison.
Kreasi tersebut merupakan perhiasan dengan nilai tertinggi dalam koleksi ini. Membutuhkan waktu 2.465 jam untuk dikaryakan, sebuah emerald-cut yellow diamond 5,02 karat menjadi centerpiece di tengah 34 emerald-cut diamonds yang ditata bagaikan motif Damier Louis Vuitton. Kalung tersebut dibangkitkan lagi dengan berlian LV Monogram Flower-cut 3,11 karat dan 270 berlian custom-cut.
Evolusi koleksi Deep Time Chapter II berlanjut dengan tema berikutnya, “Drift”. Dalam tema ini, yellow sapphire menjadi simbolisasi dari matahari. Sebuah octagonal step-cut sapphire 30,47 karat bersinar di sebuah single-strand necklace yang cocok untuk dikenakan sehari-hari, sementara sebuah gelang emas putih dengan graphic V dipasangkan dengan yellow sapphire 17,22 karat dari Sri Lanka. Siluet berbentuk V yang sama menemukan dirinya di tema “Myriad” sebagai kalung spiral wave yang dilengkapi aksen tali yang memberikan sentuhan feminin.
Berlanjut ke tema “Symbiosis”, kali ini inspirasinya hadir dari fungi dan mycelium. Kedua organisme tersebut diterjemahkan dalam dunia high jewellery melalui kalung indah yang dikomposisikan dari batu spinel pink, ungu, dan biru pastel serta berlian LV Monogram Star. Kalung ini membutuhkan waktu pengerjaan 1.381 jam dengan attention to detail yang cermat hingga ke motif jamur di dalam permatanya.
Beberapa tema dari Deep Time Chapter I telah kembali dalam interpretasi-interpretasi baru di koleksi ini. Karya-karya yang minimalis dan klasik hadir di “Fossils” dalam bentuk single-strand necklace dan matching bracelet dengan royal blue sapphire 5,18 karat dan 4,03 karat. Dalam tema “Plants”, keindahan flora bersinar dalam kalung dari emas platinum dan kuning yang dilengkapi dengan tiga bentuk “daun”, 302 berlian custom-cut, dan 132 zamrud Zambia custom-cut yang memancarkan warna biru yang unik.
Tema “Skin” dedikasikan kepada Umba sapphire dalam siluet yang terinspirasi dari kulit ular dan motif Damier sang Maison. Sebuah choker berhias opal Australia 16,92 karat dan berlian LV Monogram Star menjadi bintang dari tema “Bones”, sementara tema “Seeds” menyorot kilauan mutiara Tahiti yang dipasangkan dengan 1.200 berlian. The closing theme of Deep Time Chapter II is “Flowers”, marked with a centrepiece necklace with a flower medallion from a splendid pave chain and set with over 1.300 diamonds including 90 custom-cut stones.