A closer encounter with nature in Belitung.
Tanjung Kelayang Reserve hadir dengan pendekatan pengembangan yang selaras dengan alam. Di sini, di mana Anda dapat melihat formasi granit berdiri di atas perairan yang berkilau, waktu terasa berjalan lebih pelan dengan ritme yang tenang. Pulau-pulau kecil tersebar di sekitarnya, Mengusung konsep “Connect to Reconnect”, Tanjung Kelayang Reserve menjadikan pelestarian sebagai inti identitasnya. Mencakup area sekitar 350 hektar dan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark, lebih dari setengah wilayahnya ditetapkan sebagai kawasan lindung, sehingga ekosistem pesisir, hutan, dan laut tetap terjaga.
Di dalamnya hadir Sheraton Belitung Resort, yang menjadi pilihan akomodasi premium di pulau ini. The Editors Club menikmati pengalaman yang mengesankan selama menginap di resor tersebut. Sebuah sunset cruise ke Pulau Babi menghantar pada sesi afternoon tea dengan pemandangan rona senja nan indah. Makan malam mengambil format seaside dinner di mana temaram lampu menerangi meja yang telah didekor rustic. Kobaran api unggun semakin memperkuat karakter momen kala itu.
Island hopping menjadi sebuah pengalaman yang wajib dicoba saat berpelesir di sini. Jika beruntung – just like us – Anda dapat menjejakkan kaki di sebuah sandbank yang hanya muncul bila air laut surut. Makan siang dengan pemandangan hijau tetumbuhan pantai kami nikmati di Pulau Burung. Jelang sore, ketinggian Bukit Peramun membawa latar dramatis untuk jeda kudapan. Also don’t miss the chance to spot tarsiers in the wild after dark. Di hari terakhir, kami bahkan mencoba madu langsung dari stingless bee honey farm.

Bila punya banyak waktu luang, cobalah untuk juga mengeksplorasi budaya setempat. Keberadaan Warung Kopi Ake yang berdiri sejak 1911 mencerminkan coffee culture yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari. Kain Sepiak Belitong yang terinspirasi oleh alam serta budaya pulau ini bisa menjadi oleh-oleh yang menarik.
Keindahan Kepulauan Belitung kini semakin mudah untuk dinikmati pelancong mancanegara, khususnya dari Singapura. Sejak bulan lalu telah diluncurkan penerbangan langsung Scoot dari Singapura ke Belitung, dengan waktu tempuh kurang dari satu jam penerbangan dari kota. Penerbangan ini akan beroperasi dua kali seminggu, yakni setiap Rabu dan Minggu, dengan keberangkatan dari Singapura pukul 05.45 pagi dan tiba di Belitung pukul 06.15 pagi, serta jadwal dari Belitung pukul 06.50 pagi yang tiba di Singapura pukul 09.30 pagi.
Untuk merayakan peluncuran rute terbaru ini, Tanjung Kelayang Reserve menghadirkan penawaran terbatas yang dirancang mengikuti jadwal penerbangan. Wisatawan dapat menikmati layanan check-in lebih awal, sarapan, serta antar-jemput bandara yang memudahkan perjalanan, sehingga waktu di Belitung dapat langsung dinikmati sejak mendarat.