Delving into SHG’s DNA and Its Expansion Plans in Indonesia.
Jika Anda lihat lanskap industri hospitality global, nama-nama besar yang sudah familiar di telinga umumnya adalah para pemain lama dengan sejarah hingga puluhan tahun. Beberapa properti di grup-grup raksasa tersebut bahkan sudah bereksistensi sejak berabad-abad lampau. Now you might become more familiar with some names from Sunset Hospitality Group, if not the group itself.
METT Hotels and Resorts, Sushisamba, dan Mott32 yang mungkin tak lagi asing di telinga adalah bagian dari 113 hospitality units di 26 negara yang dikembangkan Sunset Hospitality Group sejak berdiri pada tahun 2011. Sebuah journey yang cukup impressive untuk entitas bisnis kelahiran abad 21.
Bukan hanya solo expansion, induk usaha ini juga menjalin berbagai kerja sama dan menempuh langkah-langkah strategis dalam berbisnis. Di tahun lalu, Sunset Hospitality Group menandatangani strategic partnerships dengan Vietnam hospitality giant Sun Group untuk menciptakan destinasi lifestyle bergaya internasional dengan tetap mempertahankan karakter negeri tersebut. Kemudian di tahun ini, grup ini mengakuisisi majority stake dari Solutions Group di Uni Emirat Arab yang menaungi 15 venues.

Apa sesungguhnya visi Sunset Hospitality Group? Di mana letak keunikannya? Bagaimana rencananya untuk Asia juga Indonesia? The Editors Club berkesempatan melakukan wawancara dengan Philipp Knuepfer, COO at Sunset Hospitality Group, yang menyuguhkan gambaran grup tersebut secara lebih dekat.
Sunset Hospitality Group didirikan pada tahun 2011, relatif masih muda dibandingkan dengan raksasa industri hospitality global. Menurut Anda, apa keuntungan membangun hospitality group di era ini dibandingkan mewarisi legasi yang sudah lama ada?
Salah satu keuntungan membangun hospitality company di era saat ini adalah kemampuan untuk merancang organisasi dengan agility dan global connectivity sejak awal. Founders kami, Antonio Gonzalez dan Ahmad Nazih Hafez, mendirikan Sunset Hospitality Group pada tahun 2011 dengan visi menciptakan distinctive lifestyle-driven experiences di berbagai belahan dunia.
Kami berkesempatan untuk mengembangkan model bisnis yang mencerminkan cara orang hidup, bepergian, dan bersosialisasi di masa kini. Fleksibilitas ini memungkinkan kami untuk merespons tren yang muncul dengan cepat, bereksperimen dengan format-format baru, serta membangun konsep yang relevan dengan audiens kontemporer. Dalam banyak hal, dengan menjadi perusahaan yang relatif muda, kami dapat memandang industri ini dari perspektif yang fresh, dengan fokus pada kreativitas, inovasi, dan experience-led design.
Apakah Sunset Hospitality Group sejak awal menetapkan identitasnya dan kemudian mengembangkan portofolio berdasarkan visi tersebut? Ataukah identitasnya berkembang secara organik seiring ekspansi perusahaan?
Sejak awal, ambisi kami adalah membangun sebuah global lifestyle hospitality platform yang melampaui konsep hotel tradisional. Seiring waktu, visi tersebut berkembang secara alami sejalan dengan ekspansi perusahaan ke berbagai pasar dan format baru. Saat ini, Sunset Hospitality Group mengoperasikan lebih dari 100 venue di 26 negara, mencakup hotel dan resor, restoran, beach club, nightclub, members club, serta berbagai tempat hiburan.
Expertise di bidang makanan dan minuman selalu menjadi inti dari DNA perusahaan dan menjadi fondasi bagi banyak merek kami. Seiring pertumbuhan grup, kami juga memperluas bisnis ke konsep keanggotaan eksklusif dan format experiential entertainment. Portofolio yang terdiversifikasi ini memungkinkan kami menyesuaikan ragam tawaran dengan karakteristik pasar dan profil investor yang berbeda-beda, sambil tetap mempertahankan fokus yang konsisten pada exceptional hospitality, kreativitas kuliner, dan pengalaman sosial yang vibran.

Bagaimana Anda menggambarkan karakter Sunset Hospitality Group? Kekhasan apa yang ingin ditanamkan di benak konsumen akan merek-merek di bawah grup ini?
Pengalaman yang ditawarkan di seluruh venue Sunset Hospitality Group berpusat pada penciptaan vibrant social environments, di mana hospitality, desain, dan entertainment berpadu secara harmonis. Konsep-konsep kami dirancang untuk memberikan pengalaman yang imersif dan berkesan, dengan menggabungkan thoughtful service, kekuatan program kuliner juga lifestyle.
Tujuannya adalah menghadirkan atmosfer yang dinamis, ramah, dan memiliki keterkaitan budaya dengan lokasi setempat. Kami ingin wisatawan dan para tamu mengasosiasikan merek-merek kami dengan energi, kreativitas, dan semangat untuk menemukan hal-hal baru. Setiap venue dirancang untuk mencerminkan karakter destinasi lokalnya, sambil tetap mempertahankan standar kualitas global.
Apa yang dapat diharapkan oleh konsumen Indonesia dari kehadiran Sunset Hospitality Group di negara ini? Bisakah Anda ceritakan apa properti pertama yang akan dibuka dan pengalaman yang dihadirkannya?
Para tamu di Indonesia dapat mengharapkan konsep-konsep yang memadukan warisan kuliner yang kuat, desain yang elegan, serta social atmosphere yang hidup. Salah satu merek yang sangat antusias kami hadirkan adalah Mott 32, sebuah restoran Tiongkok yang telah mendapatkan pengakuan internasional dan dikenal karena interpretasi modernnya terhadap kuliner Kanton tradisional.
Resto ini menyajikan hidangan-hidangan yang berkelas dengan penggunaan bahan-bahan premium, serta interior elegan terinspirasi warisan budaya Tiongkok. Kehadirannya akan memadukan kuliner istimewa, arsitektur khas, dan attentive service. Tempat ini tidak hanya akan menjadi sebuah restoran, tetapi juga ruang sosial di mana para tamu dapat berkumpul, merayakan momen spesial, dan menikmati perjalanan kuliner yang vibran.
Apa visi jangka panjang grup ini untuk Indonesia? Mengingat lanskap industri hospitality negeri ini sangat kompetitif, bagaimana Sunset Hospitality Group membedakan dirinya di sini?
Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik, dengan budaya hospitality yang kuat serta permintaan yang terus berkembang terhadap lifestyle-driven experiences. Visi jangka panjang kami adalah membangun presence yang kuat di destinasi-destinasi utama seperti Jakarta dan Bali, melalui kombinasi hotel, restoran, serta standalone lifestyle concepts. Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan pengalaman terintegrasi yang menggabungkan kuliner, hiburan, dan hospitality dalam satu ekosistem.
Pembeda Sunset Hospitality Group adalah kemampuan kami untuk menciptakan konsep-konsep yang diakui secara global sekaligus tetap relevan dengan konteks lokal. Setiap proyek dikembangkan dengan memperhatikan secara cermat aspek budaya dan dinamika sosial dari destinasi setempat. Dengan pendekatan ini, kami memastikan bahwa setiap konsep dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat, sambil tetap mempertahankan standar internasional dalam kualitas, layanan, dan pengalaman yang ditawarkan.

Dari sudut pandang strategis, apa yang membuat Sunset Hospitality Group yakin untuk memasuki pasar Indonesia dan terus berekspansi di Asia?
Asia merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan paling dinamis bagi industri hospitality dan merek-merek gaya hidup, dan Indonesia memiliki peran penting dalam lanskap tersebut. Negara ini didukung oleh pasar domestic travel yang kuat, budaya kuliner yang hidup, serta peningkatan jumlah wisatawan internasional, yang semuanya menciptakan lingkungan kondusif bagi hadirnya konsep-konsep hospitality baru.
Keyakinan kami juga diperkuat oleh keberhasilan jejak bisnis kami yang telah ada di kawasan ini, seperti METT Singapore, yang mendapatkan respons positif dari audiens lokal maupun internasional. Properti tersebut menunjukkan bagaimana lifestyle-driven hospitality dapat selaras dengan ekspektasi konsumen di Asia yang terus berkembang.
Strategi ekspansi kami dibangun di atas kemampuan untuk mengadaptasi global blueprint kami ke karakteristik masing-masing pasar. Meskipun ekspektasi konsumen di Asia secara umum sejalan dengan tren internasional – seperti meningkatnya minat terhadap desain, kualitas kuliner, dan pengalaman sosial – setiap destinasi tetap memiliki identitas yang unik. Kami percaya bahwa dengan menggabungkan keahlian global yang kami miliki dan pemahaman mendalam terhadap pasar lokal, kami dapat mengembangkan konsep-konsep yang relevan bagi masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat kehadiran kami secara lebih luas di seluruh kawasan Asia.
Definisi luxury mengalami perubahan. Bagaimana SHG menafsirkan perubahan ekspektasi akan hal tersebut dan menerjemahkannya ke dalam pengalaman di seluruh propertinya?
Saat ini, para pelancong semakin menghargai pengalaman yang terasa autentik, personal, dan mampu menciptakan keterlibatan emosional. Kemewahan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh fasilitas fisik, tetapi juga oleh bagaimana sebuah tempat membuat tamu merasakan sesuatu yang berkesan. Di Sunset Hospitality Group, kami menerjemahkan hal ini melalui fokus pada atmosfer, storytelling, dan layanan yang penuh perhatian.
Pendekatan ini tercermin di seluruh properti kami, termasuk METT Singapore, di mana pengalaman dirancang untuk melampaui konsep hospitality tradisional. Mulai dari penawaran kuliner yang dikurasi secara khusus hingga desain distingtif dan berbagai program yang mendorong terciptanya koneksi emosional, setiap elemen dipertimbangkan secara saksama untuk memperkaya keseluruhan journey.
Dengan menempatkan pengalaman dan koneksi emosional sebagai fokus utama, kami berupaya menghadirkan pengalaman hospitality yang terasa modern sekaligus bermakna, sambil tetap adaptif terhadap ekspektasi para global travellers masa kini.

Berdasarkan pengalaman personal, apakah Anda memprediksi perubahan besar dalam cara orang menikmati perjalanan di tahun-tahun mendatang? Perilaku atau preferensi apa yang sudah mulai Anda lihat saat ini?
Terlihat adanya keinginan yang semakin kuat terhadap pengalaman perjalanan yang imersif dan socially engaging. Para turis kini semakin mencari destinasi yang memungkinkan mereka terhubung dengan budaya lokal, menikmati pengalaman kuliner yang unik, serta menjadi bagian dari lingkungan sosial yang dinamis dan hidup.
Di saat yang sama, fleksibilitas dan autentisitas menjadi prioritas utama. Tamu tidak lagi sekadar mencari tempat menginap. Mereka menginginkan tempat yang mampu menggabungkan gaya hidup, hiburan, dan komunitas dalam satu pengalaman yang menyeluruh. Tren ini sangat selaras dengan filosofi Sunset Hospitality Group, di mana kami menyatukan unsur hospitality, gastronomi, dan hiburan ke dalam sebuah pengalaman terintegrasi.
Menurut Anda, apa tantangan paling mendesak yang dihadapi industri hospitality saat ini, dan bagaimana meaningful improvement dapat diwujudkan?
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri hospitality saat ini adalah mempertahankan service excellence di tengah perubahan ekspektasi konsumen yang sangat cepat. Sektor ini juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan dinamika tenaga kerja, serta meningkatnya perhatian terhadap aspek sustainability.
Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan kombinasi antara inovasi dan investasi pada sumber daya manusia. Teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih personal bagi tamu. Akan tetapi, pada akhirnya, hospitality akan selalu menjadi people-driven industry. Oleh karenanya, membangun tim yang kuat, mendorong budaya kreativitas, serta memberdayakan karyawan agar mampu memberikan layanan terbaik merupakan faktor-faktor penting dalam menjaga kualitas layanan dan membangun loyalitas merek dalam jangka panjang.
Sebagai hospitality leader, apa personal goals atau filosofi yang terus membentuk cara Anda memimpin dan meproyeksikan masa depan SHG?
Secara pribadi, saya sangat berfokus pada membangun konsep dan pengalaman yang memiliki longevity. Di lingkungan bisnis saat ini, sangat mudah untuk mengikuti tren, tetapi tantangan yang sesungguhnya adalah menciptakan sesuatu yang tetap relevan seiring waktu. Hal tersebut lahir dari identitas yang jelas, fondasi operasional yang kuat, serta kemampuan untuk terus berkembang tanpa kehilangan esensi utama.
Fokus penting lainnya bagi saya adalah social wellness. Sejak dulu, industri hospitality memang selalu mengenai connection, tetapi kini hal itu menjadi semakin penting. Orang-orang mencari tempat di mana mereka dapat jeda sejenak, reconnect, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu, baik melalui pengalaman bersantap, musik, beach club, maupun hotel. Kami tak sekadar menciptakan venue; kami menciptakan lingkungan yang memberi kesan pada tamu ketika mereka pulang.
Dari perspektif kepemimpinan, hal tersebut berarti berinvestasi besar pada tim dan budaya perusahaan. Pengalaman tamu yang berkesan tidak terjadi secara kebetulan; pengalaman itu lahir dari orang-orang yang terlibat, diberdayakan, dan memahami tujuan di balik setiap hal yang dilakukan. Ke depannya, ambisi saya untuk Sunset Hospitality Group adalah terus bertumbuh secara thoughtful dan berkelanjutan, memperluas jejak bisnis kami sambil memastikan setiap proyek baru tetap memenuhi visi yang sama: menciptakan memorable experiences yang berakar kuat pada karakter lokasi, dan mampu membangun keterhubungan emosional, juga built to last.

Hospitality pada akhirnya adalah tentang menciptakan momen yang berkesan. Di perjalanan pribadi Anda, pengalaman seperti apa yang meninggalkan kesan paling kuat sebagai seorang tamu?
It’s not about over-engineering the moment, it’s about how a place makes you feel. The strongest impressions come from environments where everything just flows: the atmosphere, the service, the energy. There’s a sense that the team is present and intuitive, rather than following a script.
Saya juga tertarik pada pengalaman yang mampu mempertemukan orang-orang. Beberapa momen paling berkesan dalam dunia hospitality terjadi di meja, di beach club, atau di ruang-ruang yang memiliki shared energy. Aspek sosial tersebut – keterhubungan dengan orang lain, bahkan dalam cara subtle – adalah sesuatu yang akan terus melekat dalam ingatan. A strong sense of place is equally important. Ketika sebuah venue merefleksikan lingkungan sekitarnya secara autentik, hal itu menciptakan hubungan yang lebih mendalam dan membuat pengalaman menjadi lebih bermakna.
Pada akhirnya, yang meninggalkan kesan mendalam adalah konsistensi dan autentisitas. Ketika setiap titik interaksi selaras satu sama lain dan tidak ada yang terasa dipaksakan, Anda akan pulang dengan sense of ease – and that’s what memorable hospitality is all about. Itulah yang kami terus upayakan di Sunset Hospitality Group: experiences that are natural, social, and designed to stay with you long after you’ve left.