LVMH Watch Week 2021: 3 Dewi Bulgari

Dream of  the Divas.

 

Ketika sebuah watch fair digelar, vibe yang umum terasa adalah excitement terhadap berbagai suguhan-suguhan teknis terbaru di dunia jam tangan, baik itu komplikasi-komplikasi inovatif dan tentu saja perihal movement yang rasanya selalu menjadi bintang utama. Tentu saja tak salah untuk terkagum pada kecerdasan technical complexity dari elemen-elemen tersebut. However it is a substantial loss to abandon the look of a watch. Eksplorasi keindahan tampilan desain pada sebuah jam tangan mengakomodasi pengalaman visual yang membuka jalan bagi suatu penghayatan estetis di dimensi yang berbeda. Haute joaillerie timepiece adalah wilayah dimana estetika desain melalui craftsmanship digali secara mendalam.

Bulgari pada LVMH Watch Week ke-2 yang dihelat secara virtual pada akhir Januari lalu menyuguhkan kreasi-kreasi high-jewelry watch nan memukau. Dalam sebuah sesi khusus bagi media yang secara eksklusif terpilih, The Editors Club turut memenuhi undangan untuk diperkenalkan pada rangkaian craftsmanship tingkat tinggi Bulgari di ranah penunjuk waktu. Acara tersebut dibawakan langsung oleh Antoine Pin, Managing Director Bulgari Watch Division.

The Peacock Goddess
Dari 500 bulu merak yang dikumpulkan, hanya 24 termenawan yang digunakan untuk marquetry dial dari Divas’ Dream Peacock Dischi; the most charming of all that’s presented. Natural hand-cut feather tersebut kemudian dirangkai pada dial jam tangan dengan mengaplikasikan inlay technique dari peradaban lampau dan populer semasa Renaisans Italia. Di dunia Bulgari sendiri, teknik tersebut sudah kembali dipraktikan sejak era 1970’an. Pesona peacock feathers tersebut semakin memancar melalui proses antique brass steaming. Digerakkan oleh in-house automatic movement BVL 308 “dischi”, kecantikan desain timepiece ini utuh dengan hadirnya batu-batu berlian dan safir pada berbagai bagian. Hadir dengan rose gold bezel 18 karat, jam tangan dengan transparent caseback dan blue alligator leather strap ini hanya diproduksi sebanyak 50 pieces. It’s simply breath-taking!

Penggunaan material berlian yang lebih intens dijumpai di Divas’ Dream Peacock Diamond. Pada mother of peral dial-nya terpampang rupa burung merak nan anggun dan glamorous berhiaskan kilauan berlian. Butuh waktu 20 jam untuk mengaplikasikan 14 warna yang dipakai dalam dekorasi hand-painted dari timepiece ini. Untuk membuat rupa merak itu sendiri digunakan goldsmithing technique yang disebut champlevé. Teknik yang berasal dari Abad Pertengahan ini melibatkan proses engraving pada material sehingga enamel dan marquetry bisa diaplikasikan. Hasilnya adalah kontur yang memesona. Dibuat terbatas sebanyak 50 pieces, jam tangan dengan case dan bezel bermaterial rose gold 18 karat serta transparent caseback ini dimotori oleh self-winding movement Calibre BVL 191. Daya pikatnya semakin kuat lewat rose gold bracelet 18 karat yang bertatahkan 1452 brilliant-cut diamonds pada motif berbentuk kipas khas seri Diva.

Merupakan perwujudan dari pendekatan Colour Treasures yang mengangkat exquisite colours, kreasi-kreasi lini Divas’ Dream disebut merujuk pada sosok-sosok diva sepanjang sejarah. Yakni para figur perempuan yang powerful lewat talentanya dan captivating melalui pancaran auranya. But these latest Divas of Bulgari seems to be in a higher level. Menampilkan kecantikan yang tercipta dari high artisanal quality, rilisan koleksi terbaru Bulgari Divas’ Dream Peacock di LVMH Watch Week 2021 ini tampak bagai aksesori para dewi – sebagaimana makna etimologis dari kata ‘Diva’ itu sendiri. Lebih dari itu, pada kreasi-kreasi tersebut, Bulgari turut mengambil langkah revolusioner dengan menyematkan mechanical movement pada ranah haute joallerie timepiece. Luxury house asal Roma kelahiran tahun 1884 ini, dan juga klien-kliennya, menyadari bahwa high-jewelry watch yang abai terhadap aspek movement adalah suatu konsep usang.

They do not expect to have other quartz movement in their very high jewelry watches. They give the same respect to the work dedicated to the decoration of the product as to the construction. They have the passion for the beauty of manual work, the beauty of technical intelligence and achievement. I guess it’s a little bit passé to just think of the outside. Clearly there is trend towards making sure you’ve got a great brain into a beautiful body,” ucap Antoine Pin kepada The Editors Club. Di antara ketiga rangkaian Diva’s Dream Peacock, manifestasi paling bold dari penjelasan Managing Director Bulgari Watch Division tersebut adalah Divas’ Dream Peacock Tourbillon Lumière. Jam tangan dengan case, bezel, dan lugs dari rose gold 18 karat ini menghadirkan skeletonized dial berhias diamonds dan feather marquetry. Beroperasi dengan manual BVL 208 caliber, timepiece yang dial-nya dibuat oleh seroang artisan dalam waktu 6 mingu ini dipersenjatai tourbillon movement. Hanya 10 pieces jam tangan yang diproduksi untuk model ini.

Subtler Selection

Apa yang dilakukan Bulgari dengan koleksi terbari Divas’ Dream Peacock merupakan sebuah tribute istimewa bagi sejarah jam tangan itu sendiri yang berawal sebagai item untuk perempuan. Kreasi-kreasi nan divine tersebut akan sangat tepat digunakan menghadiri sebuah selebrasi megah. Jika Anda membutuhkan sesuatu yang lebih subtle namun tetap sparkling, pilihan yang tersedia salah satunya adalah Serpenti Spiga terbaru. Untuk tahun 2021 ini, Serpenti Spiga yang terinspirasi dari sebuah karya timepiece di tahun 1957 ini tampil sophisticated dengan matelassé pattern. Terdapat 3 model baru yang diluncurkan. Serpenti Spiga 103250 berskema single-row bracelet dengan material rose gold 18 karat bertabur 281 berlian. Serpenti Spiga 103252 juga bermaterial rose gold 18 karat namun dalam skema two-row bracelet dan memiliki hiasan berlian 461 buah. Serpenti Spiga High Jewelry 103251 berdesain  two-row bracelet dan dibuat dari white gold 18 karat. Sebanyak 205 berlian dibubuhkan pada case dan bezel, serta 425 berlian pada bracelet.

Pilihan lain yang berkesan understated adalah jam tangan seri Lucea. Salah satu model Lucea yang dikreasikan Bulgari pada tahun ini adalah Lucea Intarsio Marquetry. Dengan mother-of-pearl dial abu-abu berpola 3D sunray, jam tangan yang dibuat dalam 3 varian ini tersedia dalam 2 ukuran, yakni 28 milimeter dan 33 milimeter. Ketiganya diperindah dengan berlian dalam jumlah berbeda. Selain itu, ada pula Lucea Steel Black Lacquered Dial berukuran 33 milimeter untuk kesan lebih elegan. Di antara seri Lucea terbaru, satu yang sangat unik dan menarik adalah Lucea Skeleton. Timepiece ini menampilkan automatic winding BVL 191 skeleton movement yang dibuat secara in-house di manufaktur Bulgari di Swiss. Menjadikan jam tangan tersebut bernuansa chic ialah ornamen huruf-huruf yang membentuk nama brand dengan bubuhan 140 berlian pada dial. Memadukan case bahan steel dan case dari emas, jam tangan ini hadir dengan blue alligator strap. Jam tangan skeleton ini akan menjadi twist unik bagi tampilan Anda.

The Octo Area

Untuk jam tangan laki-laki, Bulgari mengeksplorasi seri Octo Finissimo. Seri ini terkenal dengan tingkat ketipisannya yang telah menempati rekor-rekor dunia. Tahun lalu jam tangan ini berhasil menjadi the thinnest tourbillon chronograph. Pada tahun ini model baru yang dikeluarkan adalah Octo Finissimo S, Octo Finissimo S Chronograph GMT, dan Octo Finissimo Chronograph GMT Titanium. Dengan desain bersisi delapan dan penggabungan siluet circle dan square yang terinspirasi arsitektur Roma, jam tangan ini adalah pilihan yang sesuai bagi mereka yang berani tampil sophisticated. Anggota baru keluarga Octo tahun ini yang lebih didesain lebih complicated adalah Octo Roma Carillon Tourbillon. Tersedia hanya sebanyak 15 pieces, jam tangan dengan manual winding Caliber BVL 428 ini disemati fitur kompleks minute repeater dengan 3-hammer carillon tourbilon.