Luxury Cruise di Perspektif Anna Nash, President Explora Journeys

Luxury cruising as a state of being.

 

Maybe the most exclusive address is longitude and latitude.” Kutipan dalam campaign terbaru Explora Journeys menjadi cerminan visi cruise company tersebut dalam menyediakan pengalaman distingtif bagi para tamunya; sebuah pengalaman pesiar di mana lanskap laut dan destinasi-destinasi persinggahan menjadi latar dari ragam aktivitas wisata yang relevan dengan spirit zaman. Oleh perusahaan kapal pesiar yang berdiri pada tahun 2021 tersebut, hal itu dirangkum dalam konsep Ocean State of Mind.

Arah dari cruise ships tersebut kini berada di kemudi Anna Nash yang menjabat sebagai President at Explora Journeys sejak September 2024. Memiliki track record panjang dunia luxury hospitality, Anna Nash telah membangun lebih dari 20 tahun karir di nama-nama besar. Mulai dari Rosewood Hotels, Orient-Express, hingga posisi kepemimpinan di Aman dalam bidang komunikasi, marketing, serta komersial.

Melalui perannya, kini Explora Journeys menambah empat kapal baru. Kapal baru EXPLORA IV akan perdana berlayar untuk musim panas 2027 dengan perjalanan meliputi Eropa Utara dan Laut Baltik untuk melihat keindahan Iceland juga Greenland. EXPLORA V dijadwalkan meluncur pada akhir 2027 ke wilayah Mediterania – with a promise of Naples’ legendary New Year’s Eve fireworks seen from the sea. EXPLORA VI tengah digarap untuk 2028. Sementara itu, EXPLORA III membuka rute baru ke Alaska dan akan berlayar untuk pertama kalinya ke Asia untuk menjelajah Jepang, Korea Selatan, China, Hong Kong, Singapura, Malaysia dengan persinggahan meliputi Thailand, Kamboja, serta Bali juga beberapa daerah lain di Indonesia.

Menilik gaung akan kebaruan konsep berpesiar yang ditawarkan Explora Journeys, The Editors Club mengajukan beberapa pertanyaan untuk Anna Nash terkait konsep Ocean State of Mind. Bagaimana tiap kapal mengejawantahkan konsep tersebut ke dalam desain, rute perjalanan, hingga pengalaman tamu? Apa yang membedakan cruising di Explora Journeys? Simak hasil wawancara kami berikut ini.

MSC Cruises sebagai parent company memiliki warisan panjang di industri kapal pesiar, sementara Explora Journeys merepresentasikan babak baru. Aspek-aspek apa saja dari pelayaran tradisional yang secara sengaja ditinggalkan, dan apa yang dilakukan untuk membuat pengalaman berlayar tetap menarik serta relevan dengan gaya hidup masa kini? Sejauh mana perubahan-perubahan ini dipengaruhi oleh profil luxury traveller yang terus berkembang?
Sejak awal, Explora Journeys tidak pernah dirancang untuk meniru konsep kapal pesiar tradisional. Kami ingin menciptakan bentuk baru dari hospitality ultra-elegan di laut, sebuah hotel butik bintang lima yang mengapung, di mana lautan menjadi alamatnya, dan pengalaman ditentukan oleh kebebasan, bukan oleh struktur yang kaku. Kami berfokus pada ruang, fleksibilitas, dan ritme yang lebih alami, di mana perjalanan itu sendiri yang menjadi inti dari pengalaman. Kapal-kapal kami dirancang sebagai floating luxury hotel yang menghadirkan suasana layaknya hunian pribadi, dengan pengalaman yang terasa mengalir dan sangat personal.

Perubahan ini sangat dipengaruhi oleh evolusi makna luxury itu sendiri. Guests masa kini mencari pengalaman yang lebih bermakna, lebih terhubung, dan lebih mencerminkan cara mereka hidup serta bepergian di darat. Lebih dari sepertiga tamu kami merupakan pendatang baru dalam dunia kapal pesiar, dan segmen ini tumbuh dengan sangat dinamis. Hal ini mencerminkan kemampuan kami untuk menjangkau pola pikir yang berbeda, yaitu mereka yang menghargai kebebasan, privasi, dan pace of travel yang lebih dihayati. Semua yang kami lakukan, mulai dari desain hingga iteneraries, dilandaskan pada prinsip tersebut. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang terasa kontemporer, intuitif, dan selaras dengan cara travelling yang lebih intensional.

Luxury dapat memiliki makna yang berbeda bagi setiap traveller. Bagaimana Explora Journeys mendefinisikannya, dan bagaimana filosofi tersebut diwujudkan dalam desain, layanan, serta atmosfer kapal?
Di Explora Journeys, luxury didefinisikan oleh bagaimana sesuatu dirasakan. Hal itu bukan tentang excess, melainkan tentang ruang, waktu, dan kebebasan untuk menikmati keduanya dengan cara yang personal dan tanpa tergesa-gesa. Filosofi ini diwujudkan melalui konsep Ocean State of Mind, di mana luxury dipahami sebagai state of being. Sebuah ketenangan yang lahir dari ruang, suatu kejernihan yang muncul dari waktu, serta perspektif yang hanya dapat diberikan oleh samudra.

Dari sudut pandang tamu, filosofi ini akan langsung terasa dalam cara mereka menjalani hari di atas kapal. Setiap unit akomodasinya adalah oceanfront suite luas dilengkapi teras pribadi, sehingga tamu dapat terbangun dengan pemandangan samudra, menikmati santapan di ruang terbuka, serta merasakan setiap destinasi dari kenyamanan ruang pribadi mereka sendiri. Tata ruang kapal yang lapang, dengan rasio space-to-guest yang tinggi (salah satu yang tertinggi di industri ini) memastikan suasana tidak pernah terasa crowded. Selalu ada ruang untuk berhenti sejenak, menikmati ketenangan, dan menjalani momen sesuai ritme masing-masing.

Seluruh pengalaman dirancang berlandaskan kebebasan dan pilihan. Tamu dapat bersantap kapan pun di sembilan destinasi kuliner tanpa jadwal tetap maupun formalitas yang mengikat. Baik itu dinner santai, light lunch di tepi kolam renang, maupun menikmati minuman saat matahari terbenam, semuanya menyesuaikan dengan ritme tamu, bukan sebaliknya. Layanan hadir secara alami dan elegan. Dengan hampir satu host untuk setiap tamu, pelayanan terasa intuitif dan personal tanpa terasa mengganggu. Esensinya adalah membuat tamu merasa dikenali, dipahami, dan diperhatikan secara effortlessly.

Lebih dari itu, para tamu juga mendapatkan akses ke berbagai pengalaman yang dikurasi secara cermat di atas kapal, termasuk program Ocean Wellness yang dirancang untuk menyelaraskan kembali tubuh dan pikiran melalui ritme alami lautan. Mulai dari perawatan terinspirasi laut, program holistik, aktivitas kebugaran, hingga ruang-ruang yang didedikasikan untuk ketenangan dan pemulihan, semuanya menghadirkan pendekatan wellbeing yang lebih mendalam. Pengalaman tersebut berada bersama kehadiran butik-butik elegan seperti Rolex, Cartier, dan Chopard, serta beragam hiburan dan pengalaman budaya yang memperkaya perjalanan. Semua unsur tersebut terintegrasi secara mulus, memungkinkan tamu benar-benar melepaskan diri dari rutinitas dan memaksimalkan waktu mereka.

Ultimately, it brings together the ease and excellence of the finest luxury hotels with the added dimension of the ocean. You are not simply travelling to a destination; the journey itself becomes the most meaningful part of the experience.

Setiap destinasi memiliki identitas budayanya sendiri. Bagaimana Anda memastikan adanya kesinambungan antara pengalaman di atas kapal dan destinasi yang dituju, sehingga perjalanan terasa utuh dan menyatu, bukan terpecah-pecah?
Kami memandang setiap perjalanan sebagai sebuah narasi yang berkesinambungan, dipandu oleh filosofi Ocean State of Mind, di mana perjalanan dibentuk oleh ketenangan, kejernihan, dan rasa keterhubungan yang lebih mendalam. Fokusnya adalah pada ritme dan alur yang alami, sehingga setiap destinasi dapat terungkap secara natural, bukan sekadar sequence of stops.

Di atas kapal, kesinambungan ini diwujudkan melalui berbagai sentuhan subtle yang merefleksikan sebuah destinasi. Penawaran kuliner kami berkembang meyesuaikan journey, memanfaatkan seasonal ingredients serta inspirasi cita rasa regional. Sementara itu, pengalaman-pengalaman yang kami kurasi dirancang berdasarkan perspektif lokal, sehingga menciptakan hubungan yang lebih autentik dan bermakna dengan setiap tempat yang disinggahi.

Filosofi ini juga tercermin dalam cara kami merancang itineraries. Melalui pelayaran Mediterranean Winter, kami mengajak para tamu untuk menikmati wilayah tersebut di luar peak season yang sibuk, ketika suasana lebih tenang dan reflektif menghadirkan perspektif yang berbeda. Dalam momen-momen seperti ini, di bawah cahaya yang lebih lembut, jalanan yang lebih lengang, dan pengalaman wisata yang lebih human, konsep Ocean State of Mind dapat dirasakan secara penuh.

Kami melengkapi experience tersebut dengan waktu singgah yang lebih panjang serta pengalaman-pengalaman yang dikurasi secara eksklusif untuk memperdalam keterlibatan tamu dengan destinasi. Bentuknya bisa berupa private Christmas concert di St Michael’s Cave di Gibraltar, akses eksklusif after hours opening ke Alhambra di Málaga, atau bespoke journey dari Casablanca menuju Marrakech. Semua pengalaman tersebut dirancang bukan sekadar untuk mengunjungi sebuah tempat, melainkan untuk benar-benar merasakannya secara lebih mendalam. Keseimbangan antara unsur discovery dan familiarity inilah yang memungkinkan perjalanan terasa alami, imersif, menyatu, dan tersusun penuh perhatian.

Cruising berkaitan dengan dua isu penting: memberikan kontribusi yang bermakna bagi perekonomian lokal dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Bagaimana Explora Journeys menjalankan tanggung jawab tersebut, dan langkah-langkah nyata apa yang telah diterapkan untuk memastikan dampak positif yang berkelanjutan?
Tanggung jawab merupakan bagian mendasar dari cara kami melakukan ocean travel. Sebagai family-owned business dengan maritime heritage yang mendalam, kami mengambil perspektif jangka panjang yang dipandu oleh rasa tanggung jawab kuat terhadap lautan dan destinasi yang kami jelajahi.

Dari perspektif lingkungan, tanggung jawab tersebut merupakan upaya berkesnimabungan. Kami berinvestasi dalam teknologi canggih dan inovasi yang mendukung operasional yang lebih bertanggung jawab bagi kapal-kapal kami, dengan tujuan untuk terus mengurangi jejak lingkungan sekaligus meningkatkan pengalaman para tamu di atas kapal. EXPLORA III menandai langkah penting sebagai kapal pertama kami yang menggunakan bahan bakar LNG (Liquefied Natural Gas). Sementara itu, EXPLORA IV, V, dan VI juga dirancang untuk dapat beroperasi dengan LNG. Di seluruh armada, seluruh kapal telah memiliki kemampuan untuk terhubung ke pasokan listrik darat (shore power), yang didukung oleh berbagai langkah efisiensi energi serta upaya berkelanjutan untuk menghapus penggunaan plastik sekali pakai.

Upaya ini dilengkapi oleh peran MSC Foundation, yang berfokus pada konservasi laut, perlindungan lingkungan, dan community support. Hal tersebut mencerminkan keyakinan kami bahwa tanggung jawab tidak hanya terbatas pada cara kami merancang dan mengoperasikan kapal, tetapi juga pada bagaimana kami memberikan kontribusi positif bagi lautan dan destinasi yang kami singgahi. Dalam konteks destinasi, kami mengkurasi perjalanan yang imersif dan tidak terburu-buru, memungkinkan waktu singgah yang lebih lama serta keseimbangan titik destinasi, antara yang ikonis dan lokasi yang lebih jarang dikunjungi. Pendekatan ini menciptakan ruang bagi hubungan yang lebih mendalam dan respectful terhadap tempat yang dikunjungi.

It is ultimately about balance. Continuing to evolve through innovation while ensuring that our presence remains considered, responsible, and aligned with the long-term wellbeing of the oceans and the communities we visit.

On a more personal note, dapatkah Anda bercerita tentang pengalaman berlayar paling berkesan? Bagaimana pengalaman tersebut membentuk perspektif dan gaya kepemimpinan Anda sebagai Presiden Explora Journeys?
Salah satu momen paling berkesan di laut justru sering kali merupakan yang paling sederhana. Berdiri di dek saat fajar mulai menyingsing, dengan tidak ada apa pun di depan selain garis cakrawala, menghadirkan clarity dan perspektif yang sangat langka. Laut memiliki cara unik untuk menciptakan ruang, bukan hanya di sekeliling kita, tetapi juga di dalam diri kita. Pengalaman itu menegaskan bahwa nilai sejati dari ocean travel terletak pada bagaimana perjalanan tersebut membuat kita merasakan sesuatu. Bukan semata-mata tentang ke mana kita pergi, melainkan tentang rasa tenang, kebebasan, dan keterhubungan yang kita alami sepanjang perjalanan.

Perspektif itulah yang membimbing saya dalam memimpin Explora Journeys. Setiap keputusan selalu berawal dari tamu dan bagaimana pengalaman tersebut akan dirasakan oleh mereka. Fokus kami adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan lahirnya moments of prescence, refleksi diri, dan kenikmatan yang tenang, ketika waktu terasa lebih personal dan tidak dibatasi oleh definisi yang kaku. Momen-momen seperti inilah yang akan tetap tinggal dalam ingatan seseorang, jauh setelah perjalanan itu sendiri berakhir.