Louis Vuitton Men’s Fall/Winter 2026, Visi “Timeless Futuristic”

A futuristic fabrication. 

 

Di masa depan, bagaimana kita akan berpakaian? Dalam visi Pharrell Williams, sebuah future wardrobe bukanlah sesuatu yang terlihat seperti kostum film sci-fi, tetapi pakaian yang mengekspresikan fungsi, savoir-faire, dan kebutuhan manusia. Luxury is measured by utility, and garments are engineered to breathe, to protect, to adapt. Siluetnya mengacu kepada tren 1980-an dan gaya hidup 2020-an, membentuk elegansi retro-futuristik dengan karakter khas Louis Vuitton. 

Di tengah panggung show Fall/Winter 2026 ini berdiri sebuah struktur rumah bertajuk “Drophaus”. Dirancang dalam kolaborasi antara Pharrell Williams dengan firma arsitektur Not A Hotel, “rumah” tersebut menyimbolkan kehidupan “Future Dandy” yang digambarkan dalam koleksi ini. Tim Louis Vuitton Studio Homme telah mengembangkan Timeless Textiles, sederet kain-kain inovatif dengan durabilitas dan keunggulan teknikal tinggi. Contohnya, tekstil termo-adaptif yang tahan air, tekstil aluminium yang diikat dengan logam untuk memungkinkannya mengikuti gerakan tubuh, dan LV Silk-Nylon yang menyerupai tekstur leather

Inovasi material dalam koleksi ini menginspirasi penggunaan trompe l’oeil di berbagai kreasi. Overdyed double-face vicuña menjelma menjadi celana kerja, rancangan knitted menyembunyikan motif Monogram di dalamnya, dan sebuah crocodile blouson menyerupai VVN natural cowhide leather. Mengacu kepada arsitektur Drophaus, motif droplets berartikulasi di pakaian dan aksesoris dalam berbagai bentuk, seperti pada bouclé cashmere coat dan sepatu sneakers LV Drop. Sementara itu, bahan inovatif Monogram Vintage Vernis mentransformasi suede lembut dengan lapisan high-gloss lacquer.

Untuk aksesorisnya, hadir koleksi tas Midnight Flash yang dapat menunjukkan warna iridescent silver ketika disorot oleh cahaya. Malletier Veau Volours menunjukkan motif Monogram ketika membuat kontak dengan air hujan, sementara interpretasi baru tas messenger Crossover dirangkai dengan LV Silk-Nylon hingga Malletier Leather. Sang Speedy P9 dari kulit Buttersoft kini bersinar di kegelapan, dan trunks dalam koleksi ini dihias oleh stained glass juga leather marquetry yang menampilkan pemandangan Kota Paris.