Jakarta is Now Home to Puma’s Largest Concept Store in Southeast Asia

Brand olahraga, Puma, membuka concept store terbesarnya di Asia Tenggara pada tanggal 19 Juli.

 

Terletak di lantai 3 Senayan City, gerai Puma membawa lini performance range hingga lini premium yang terdiri dari proyek-proyek kolaborasi Puma dengan berbagai sosok-sosok kreatif. Visi #ForeverFaster dari Puma diterjemahkan dalam store design yang berkonsep progresif, dengan produk-produk yang ditampilkan seperti galeri serta jendela tembus pandang yang menampilkan koleksi utama dan mood musim ini.

Salah satu sorotan dalam pembukaan ini adalah koleksi Puma x Outlaw Moscow. Dalam kolaborasi ini, streetwear brand asal Rusia tersebut memberi sentuhan relaxed pada produk-produk klasik dari Puma. Duo dari Outlaw Moscow, yaitu Maxim Bashkaev and Dilyara Minrakhmanova, turut menghadiri event pembukaan gerai ini untuk menyapa para penggemar streetwear di Indonesia.

Kami menyempatkan berbincang dengan keduanya mengenai filosofi dalam koleksi-koleksi mereka. Membuka pembicaraan kami, Maxim dan Dilyara bercerita bagaimana Outlaw Moscow pertama kali dibentuk untuk menyampaikan visi kreatif keduanya. Mereka ingin generasinya di Rusia melihat bahwa kesempatan merintis sebuah brand bisa datang bagi siapa saja, sehingga terciptalah Outlaw Moscow dengan karakter berbeda dari kebanyakan brand di sana, dan kini memiliki reputasi sebagai brand yang mengutamakan diversity dan kebebasan.

Russia is not limited within one thing. We are very diverse in a way. And with Puma choosing to collaborate with us, it gives us a chance to be more global.”

 

Seiring perkembangannya, mereka mendapatkan banyak exposure dari dunia, sampai akhirnya terpilih sebagai kolaborator Puma. Kami menanyakan cerita di balik desain mereka, salah satunya adalah flower print pada koleksi sepatunya. Dilyara menjelaskan bahwa ilustrasi ini diambil dari seorang seniman Rusia yang populer pada abad ke-19 dalam melukis buku anak-anak. “We tried to find something not typically Russian and this design is more graphic than the original painting, that way it works better with our monochrome style,” ujar Dilyara.

Melalui kolaborasi ini, nama Outlaw Moscow pasti akan dikenal oleh masyarakat lebih luas. Dan tentu saja hal tersebut akan berpengaruh terhadap skema streetwear negaranya. Menanggapinya, Maxim menuturkan “I think it brings more tension to Russian fashion generally, not only for us. And it gives alternatives to what Russian brands can do. That is what we’re trying to say in our collection; Russia is not limited within one thing. We are very diverse in a way. And with Puma choosing to collaborate with us, it gives us a chance to be more global. It will give inspirations to local Russian artists that it is possible to do something bigger and that you can do something, not only locally, but you can expand.”

Lalu, apakah Outlaw Moscow berencana untuk mengekspansi distribusi mereka ke pasar Asia Tenggara? Keduanya tidak menampik hal ini, “Actually, for Asia, we have started in Japan. But Asia, in general, is a really big market, we need to work on that, and we will find a way after we come back to Russia,” tutur kedua desainer tersebut.

Debut kolaborasi Puma x Outlaw Moscow menggabungkan karakter unik dan eklektik. Koleksinya juga menegaskan ciri streetwear dan minimalist fashion, grime, serta luxury. Dengan banyak sentuhan desain dan emblem Rusia, style yang dipersembahkan Outlaw Moscow di sini mengimplementasi elemen industrial dengan kombinasi flower print elegan – yang kami sebutkan tadi – dari buku anak-anak Rusia, dengan unsur colour-blocking yang terinspirasi dari warisan avant-garde lokal, sehingga menciptakan produk eye-catching dalam koleksi yang sederhana namun kompleks.

Segera kunjungi gerai baru Puma karena beberapa koleksi hasil kolaborasi Puma lainnya seperti, Puma x Shantell Martin, Puma x Big Sean, Puma x Sophia Webster, serta Puma x XO juga tersedia di sini.