Fred Perry DNA Exhibition Tampilkan Evolusi Brand di Dunia Subkultur

A meeting of sport, fashion, and subculture.

 

Sejak tahun 1952, Fred Perry hadir di persimpangan antara olahraga, musik, dan subkultur. Dikenali melalui simbol Laurel Wreath, brand yang didirikan oleh petenis legendaris Frederick Towersey Perry asal Inggris tersebut menjadi bagian dari ragam interpretasi kebudayaan dari masa ke masa, dari Mods hingga Skinhead. Termasuk di dalamnya adalah unsur politisasi akan image label, baik haluan kanan maupun kiri.

Meski upaya-upaya semacam itu masih dipertahankan sebagian pihak, brand Fred Perry di era kini lebih dimaknai secara netral sebagai bentuk elegansi kasual bernuansa sporty yang menjadi bagian keseharian masyarakat urban. Bagaimana evolusi label itu berjalan bisa Anda lihat melalui Fred Perry DNA Exhibition yang berlangsung di fountain area Plaza Senayan hingga 31 Mei 2026.

Lewat eksibisi tersebut, Anda dapat melihat pilihan arsip eksklusif serta beberapa karya kolaborasi legendaris. Beberapa kreasi yang dipamerkan merupakan hasil kolaborasi bersama nama-nama mode ternama, seperti Raf Simons, Comme des Garçons. Tak sekadar menjadi ruang pameran karya terkurasi, ruang eksibisi ini juga berfungsi sebagai community hub dengan kehadiran bar khusus oleh Modernhaus serta kegiatan pertandingan tenis meja.

Suasana juga semakin meriah berkat rangkaian music performance, yang terdiri dari Jugo Djarot, The Patras, Tomorrow People Ensemble, The Golden Door Boyz, Greybox Ensemble, serta DJ set dari Shaq dan Scrubs! Sesi open deck dipandu oleh Laidback Records, This Happy Feeling, dan Fever Sounds.

Fred Perry DNA Exhibition menjadi penghormatan terhadap asal-usul brand serta warisan pendirinya, Fred Perry, sang juara Wimbledon. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1952, M3 Fred Perry Shirt berhasil bertransformasi dari lapangan tenis menuju wilayah subkultur, diadopsi oleh beragam komunitas mulai dari Punks hingga gerakan Britpop. Label ini terus relevan dengan perkembangan subkultur lainnya di masa kini, baik yang berada di ranah musik, fashion, dan serta berbagai youth culture lain.

Hero styles yang terus mendefinisikan DNA unik brand tersebut bisa ditemukan pada pameran ini. Ini mencakup The Fred Perry Shirt, The Tennis Bomber, The Taped Track Jacket, The Barrel Bag, dan The Tennis Shoes.