Eksplorasi Artistik Weekend Max Mara untuk Trench Coat dan Pasticcino

A global artistic conversation rooted in Italian identity.

 

Weekend Max Mara dan leisure akan selalu menjadi dua sisi dari mata uang yang sama; sebagaimana kembali tergambarkan pada koleksi baru Spring/Summer 2026 yang divisualisasikan dalam sebuah campaign tentang penjelajahan Mallorca, Spanyol. Di luar hal tersebut, pada tahun ini label tersebut tampak semakin merangkul kecenderungan artistiknya melalui beberapa proyek.

Untuk Spring/Summer 2026, koleksi kapsul Weekend Max Mara mengeksplorasi sifat kreatif proyek A Weekend with an Artist melalui sudut pandang lima seniman yang menginterpretasikan kembali ikon rumah mode tersebut: trench coat. Dalam semangat itu, trench Canasta yang ikonis menjadi kanvas kosong bagi Victoria Kosheleva, Paola Pivi, Tschabalala Self, Tai Shani, dan Shafei Xia, yang menciptakan sebuah artist’s trench cerminan visi, teknik, dan karakter kreatif mereka.

Para seniman tersebut dipilih oleh Francesco Bonami, seorang kritikus seni, dan penulis yang pernah menjadi direktur Venice Biennale, kurator Whitney Biennial, dan kini menjabat sebagai direktur artistik BYArtmatters di Hangzhou serta anggota dewan Gagosian Gallery. Keunikan, bahasa visual yang khas, serta keseimbangan lintas generasi menjadi faktor utama dalam seleksi para seniman; mereka dinilai memiliki kemampuan untuk lepas dari tren dan godaan pasar.

Campaign dari koleksi kapsul tersebut dipotret oleh Petra Collins, seorang sutradara multitalenta yang karya-kafryanya membentuk estetika visual era 2010-an hingga 2020-an. Dalam visual A Weekend with an Artist, ia menghadirkan perspektif yang unik melalui potret diri (self-portraiture). Collins sendiri bukan sosok asing di depan kamera, dan dalam pemotretan ini ia berpose mengenakan lima trench coat eksklusif. Busana itu juga ditampilkan dalam versi still-life di sebuah latar yang menyerupai gudang penuh karya seni.

Sementara itu, pada tahun ini, Pasticcino Bag merayakan hari jadinya yang ke-10. Oleh karenanya, edisi World Tour untuk tas tersebut mengambil tema Italian Roots yang memberikan penghormatan kepada tempat semuanya bermula, yakni Italia. Edisi Pasticcino Bag World Tour “Italian Roots” tahun ini menandai babak kelima dari proyek istimewa Weekend Max Mara tersebut, yang berfokus pada craftsmanship dari berbagai penjuru dunia.

Pada penghormatan akan akar budayanya, enam Pasticcino Bag edisi khusus dibuat menggunakan kain mewah dari Fondazione Arte della Seta Lisio, sebuah historic mill di Florence yang didirikan oleh Giuseppe Lisio pada tahun 1906. Setelah Perang Dunia II, putrinya, Fidalma Lisio, mengambil alih bisnis tersebut. Pada tahun 1971, ia mendirikan Yayasan Lisio untuk melestarikan dan meneruskan warisan produksi keluarga dalam pembuatan fine velvet, brokat, dan damask berkualitas tinggi.

Mulai dari nuansa lembut yang menyerupai sapuan lukisan hingga motif geometris yang lebih berani, kain jacquard yang dipilih untuk Pasticcino Bag terbaru ini menampilkan beragam desain yang terinspirasi oleh fasad, interior, dan langit-langit dekoratif yang menghiasi monumen bersejarah serta palazzo di wilayah Tuscany. Ball clasps yang menjadi ciri khas tas ini dibuat dari marmer terbaik Budri, spesialis marmer yang berdiri sejak 1961. Perpaduan antara marmer dan kain mewah bagi Pasticcino Bag menghasilkan kombinasi yang elegan secara visual, dengan permainan tekstur yang kaya dan berkelas.